Cerita orangtua injak-injak dan kubur anak hidup-hidup

Bayi itu dibunuh karena dianggap bayi setan dan jika dibiarkan tumbuh besar maka akan membahayakan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Cerita orangtua injak-injak dan kubur anak hidup-hidup
Ilustrasi Bayi Meninggal. ©2014 Merdeka.com

Setiap pasangan suami istri yang belum memiliki anak, pasti berharap segera dianugerahi keturunan. Karena seorang anak dinilai bisa melengkapi kehidupan dan kebahagiaan dalam rumah tangga.Namun ternyata, hal tersebut berbeda dengan pasutri asal Dusun Macinna, Desa Bulumpare, Kecamatan Awangpone, Kota Kabupaten Bone, Sulsel. Pasutri atas nama Mustang (40) dan Cettang (35), nekat membunuh bayinya sendiri dengan cara tragis. Mereka dengan keji menginjak-injak bayi yang baru berumur 4 bulan itu dan menguburnya secara hidup-hidup.Bayi berinisial A tersebut diduga dibunuh lantaran Mustang dan Cettang terkena pengaruh Arman (18), adik dari menantunya bernama Angga (20).Diketahui Mustang memiliki empat orang anak termasuk bayi yang dibunuh. Salah satu anaknya bernama Evi menikah dengan Angga. Dan Angga mempunyai adik bernama Arman, dia lah dalang dari pembunuhan bayi A.Arman mempengaruhi pasutri tersebut dengan mengatakan bahwa anak itu bayi setan dan jika dibiarkan tumbuh besar maka akan membahayakan mereka semua. Mustang dan Cettang kemudian mengiyakan saja saat Arman, adik dari Angga menantunya itu agar A segera dibunuh.Tanpa pikir panjang, Mustang kemudian menggali lubang di dalam kebun. Bayi itu diinjak-injak dalam kondisi bernyawa, bayi A dimasukkan oleh Arman dan Angga ke dalam lubang yang digali Mustang. Kejadian ini berlangsung 9 Oktober lalu.

Sementara itu, kakak beradik tersebut kembali membuat ulah. Mereka mengamuk dan membabi buta warga Dusun Macinna Senin (12/10) sekira pukul 13.30 WITA. Akibatnya, Pamude Cagu (65) dan Rippe Arase (45) tewas, sementara empat warga lainnya luka-luka. Warga yang luka-luka terkena sabetan parang panjang dan badik dirawat di RSUD Tenriawaru Bone.Dari kasus inilah terungkap bahwa keduanya merupakan otak dari pembunuhan bayi A. "Dari situ lah terungkap jika Mustang dan Cettang punya anak bungsu tapi sudah meninggal karena dibunuh," kata Kapolres Bone AKBP Yuliar Kus Nugroho.Saat ditanya penyidik soal amukan terhadap warga keduanya mengaku, melakukan hal tersebut karena mendapat bisikan setan gaib."Pelaku Angga dan Arman mengaku merasa diguna-guna oleh para korban. Kemudian di dalam mimpi mendapat petunjuk, bisikan gaib untuk membunuh. Makanya dua pelaku ini membabi buta," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Frans Barung Mangera.Terungkap juga jika orangtua mereka sebelum meninggal dikenal sebagai seorang dukun di dusun itu, penganut ilmu hitam.Untuk kepentingan autopsi lubang tempat penguburan bayi A digali kembali dan dievakuasi petugas kepolisian Polres Bone selanjutnya dibawa ke RSUD Tenriawaru Bone."Jenazah bayi sudah kita bawa ke rumah sakit. Para pelakunya sudah diamankan. Selanjutnya kasus ini masih akan dikembangkan lagi," kata Yuliar.Para pelaku dijerat KUHPidana pasal 338 pembunuhan, pasal 351 ayat 1 dan pasal 340, tentang penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal, pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga seumur hidup.

Rekomendasi