Sebelum meninggal, bayi berusia 28 hari bernama Muhammad Husen Saputra, mengalami sesak napas yang hebat. Saat diperiksa, di dalam perut dan paru-paru bayi pasangan Hendra (33) dan Mursidah (34) itu, lembab akibat menghirup kabut asap.Mursidah, ibu Husen, mengaku anaknya mulai mengalami sesak napas pada Senin (5/10) malam. Karena situasi di luar dipenuhi kabut asap, Mursidah dan suaminya menunda pergi berobat.Pagi keesokan harinya, Husen dibawa ke seorang bidan dekat rumahnya. Belum sempat dirawat, bayi itu langsung dirujuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang, Selasa (6/10) pagi.Saat diperiksa di unit gawat darurat, diketahui di dalam paru dan perut bayi malang itu sudah lembab, dipenuhi cairan karena banyak terpapar asap, dan didiagnosa mengidap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)."Kata dokter kondisi bayi saya waktu itu memang kritis, kena ISPA," ungkap Mursidah saat ditemui di rumahnya di Jalan Talang Banten, Lorong Banten I, Kelurahan 16 Ulu, Palembang, Kamis (8/10).Kemudian, dokter meminta persetujuan kedua orangtua korban memasang selang untuk menyedot cairan tersebut. Namun, usaha itu gagal lantaran kondisi Husen makin kritis."Kira-kira jam setengah delapan malam Rabu kemarin meninggal, masih di ruang gawat darurat," ujar Mursidah.
Sebelum meninggal, paru bayi Husen lembab karena terpapar asap
Husen divonis mengidap ISPA. Saat cairan di paru-paru hendak disedot, kondisi Husen semakin kritis dan meninggal.
Rekomendasi