Polda Jateng masih memburu Brigadir Supriyanto, oknum Brimob yang disebut-sebut membawa kabur uang sebesar Rp 4,8 miliar milik perusahaan jasa pengangkutan uang PT Advantage. Rupanya usai merampok, Supriyanto lupa membawa senjata laras panjang yang ia gunakan untuk menodong korban sehingga tertinggal di dalam mobil pengangkut uang, Suzuki Grand Max warna silver bernopol G-9141-HC.Menurut salah satu sumber merdeka.com di kepolisian, ketika itu Supriyanto yang tengah melakukan pengawalan terhadap mobil tersebut memang membawa senjata laras panjang jenis SS1.
"Diduga, Brigadir Supriyanto buru-buru dan panik, sehingga senjata tersebut tertinggal. Ia juga sempat menyekap Frendy Agus Irawan, dan mengikatnya menggunakan lakban," ungkap sumber kepada merdeka.com, Selasa (29/9).Ia menjelaskan jika uang yang dibawa kabur Brigadir Supriyanto dipindahkan dari Suzuki Grand Max ke sebuah Toyota Avanza yang sudag disiapkan oleh temannya. Kemudian, keduanya langsung, sedangkan korban, Frendy Agus Irawan, ditinggalkan di lokasi kejadian.Aksi perampokan itu terjadi di dekat penggilingan padi "Hendra Setia", Desa Kwagean, Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (28/9) sekitar pukul 18.30 WIB.Brigadir Supriyanto sendiri merupakan anggota polisi yang ditugaskan melakukan pengawalan mobil jasa pengiriman uang tersebut.Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto, menegaskan pihaknya hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap oknum Brimob Srondol, Kota Semarang, Jawa Tengah tersebut."Dikejar sampai ketemu. Tinggal menunggu waktu saja," tegas Liliek.Liliek menjelaskan, di dalam mobil jasa pengiriman uang milik PT Advantage tersebut terdapat tiga orang. "Mereka berangkat bertiga ke Solo. Dua karyawan, dan satu pengawal dari anggota Brimob Srondol," jelasnya.Liliek juga membenarkan bila oknum anggota Brimob itu sedang melakukan pengawalan terhadap mobil jasa pengiriman uang tersebut.Hal itu disayangkan oleh Liliek, sebab seharusnya oknum polisi itu melakukan pengawalan agar aman, tapi malah berbuat seperti itu.