Politikus NasDem sebut kampanye antitembakau sengsarakan petani

Alasan itu membuatnya mendukung masuknya pasal tembakau di RUU Kebudayaan.

Ferrika Lukmana Sari
Oleh Ferrika Lukmana Sari - Reporter
Politikus NasDem sebut kampanye antitembakau sengsarakan petani
rokok kretek. ©2014 merdeka.com/henny rachma sari

Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Teuku Taufiqul mengatakan masuknya pasal kretek dalam Rancangan Undang-undang Kebudayaan sebagai upaya melindungi petani tembakau. Hal ini lantaran sebagai besar bahan baku tembakau berasal dari luar negeri."Dalam pertembakauan itu fokusnya untuk melindungi petani tembakau. Salah satu caranya adalah mengembalikan industri tembakau dalam negeri. Sekarang ini 80 persen menggunakan tembakau impor," kata Taufiqul yang juga anggota Fraksi NasDem di gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/9).Taufiq mengatakan bahwa petani tembakau dalam negeri mengalami kerugian lantaran kampanye antirokok. Alhasil, kata dia, terjadi perubahan konsumsi rokok dengan kadar lebih ringan."Ini mengerikan setiap panen tembakau petani tidak terbeli karena dinilai terlalu tinggi. Kampanye antitembakau ini menyengsarakan petani tembakau sehingga mereka hidup miskin. Tapi justru membuka keran impor," jelasnya.Menghadapi masalah tersebut, pasal kretek masuk dalam RUU kebudayaan yang mengatur penggunaan tembakau dalam negeri dalam konsumsi nasional. "Kita mengatur penggunaan tembakau agar konten lokal lebih dari 80 persen. Sisanya boleh impor. Bukan karena regulasi batas TAR karena itu ICTC yang belum diratifikasi. Sebenarnya tembakau di dunia tinggi tapi dengan pupuk tertentu," tandasnya.

Rekomendasi