Bulan haji, KUA kebanjiran orderan pernikahan

Untuk KUA Kecamatan Tebet sepanjang bulan ini 103 pasangan mendaftarkan pernikahannya.

Muchlisa Choiriah
Oleh Muchlisa Choiriah - Reporter
Bulan haji, KUA kebanjiran orderan pernikahan
Ilustrasi pernikahan. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/underverse

Banyak kaum muslim yang memilih melangsungkan pernikahan di bulan-bulan Islam, seperti bulan Dzulhijjah (Bulan Haji). Sebab, mereka mengilhami bahwa bulan Islam seperti bulan haji merupakan bulan baik, sehingga berharap pernikahan yang disahkan nanti berjalan dengan baik sesuai dengan waktu pengesahannya.Banyaknya pasangan yang memilih nikah di bulan haji, membuat kantor urusan agama di sejumlah kecamatan di Jakarta kebanjiran order. Seperti di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tebet, di Jalan Tebet Barat Dalam, Jakarta Selatan, lima orang penghulu yang terdaftar di sana sudah penuh agenda karena tercatat ada 103 pasangan yang menikah di bulan September 2015."Terhitung 103 pasangan yang mendaftar nikah di sini. Baik yang sudah melangsungkan pernikahan maupun yang akan melangsungkan pernikahan," Kata Administrasi KUA Kecamatan Tebet, Dadang saat ditemui di lokasi, Jumat (25/9).Dadang menjelaskan, untuk pendaftaran itu sendiri, 70 persennya merupakan warga asli Tebet. Sedangkan 30 persen sisanya merupakan warga pindahan dari luar kota maupun luar daerah, yang tinggal di Tebet dan sekitarnya."Di Tebet ini masih mayoritas warga yang daftar nikah itu warga yang memang asli Tebet. Kalau di Setiabudi tuh baru mayoritas warga luar kota atau luar daerah. Nah buat mereka yang bukan warga asli sini, mereka butuh surat pengantar dari lokasi aslinya untuk bisa nikah di sini. Kalau ada surat pengantar, baru nanti kita urus. Tanpa dipungut biaya kok," paparnya.Namun meski begitu, Dadang menjelaskan pendaftaran nikah di bulan September ini terbilang menurun dibandingkan bulan Agustus. Terhitung bulan Agustus, total yang mendaftar 114 pasangan. Bulan ini 103 pasangan. "Lebih banyak bulan lalu kan," ucapnya. Lanjutnya, sedangkan untuk bulan Oktober yang akan datang. Dadang menjelaskan kemungkinan jumlahnya lebih banyak dari bulan September. "Ini kan masih bulan September, tapi yang sudah daftar buat bulan Oktober saja sudah 67 pasangan. Kemungkinan nanti yang mendaftar dua kali lipatnya. Biasanya mereka (calon pengantin) itu daftar paling banyak awal sama akhir bulan. Kalau pertengahan bulan jarang yang menikah. Ya mungkin tanggal tua," tutupnya.

Rekomendasi