Kasad Jenderal TNI Mulyono membenarkan anggotanya dari satuan TNI AD terlibat dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan ibu hamil dan dua anaknya di Teluk Bintuni, Papua Barat, (25/8) lalu.Anggota TNI pelaku pembunuhan sadis itu adalah anggota Kompi E Batalyon Infantri 752 Wira Yudha Sakti TNI AD. Terkait kasus tersebut, Mulyono mengatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait persoalan tersebut."Kemarin Anda sudah dengar yang di Papua, ada indikasi TNI terlibat itu. Sedang kita selidiki, ada kecenderungan personel kita terlibat," Kata Mulyono saat memberi sambutan dalam acara Penyematan Brevet Kehormatan di Lapangan Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (25/9).Dia mengatakan akan menindak tegas anggota TNI yang terlibat kasus tersebut. Karena dengan adanya kasus itu menimbulkan kegaduhan dan situasi tidak kondusif masyarakat di daerah tersebut."Saya sudah komitmen bahwa kalau ada TNI yang terlibat seperti itu kita akan proses," sambungnya.Mulyono juga menambahkan pihaknya tidak akan melindungi anggota yang telah merusak citra Satuan AD."Saya tidak akan melindungi oknum-oknum TNI Angkatan Darat yang tidak sepantasnya berbuat seperti itu. Itu komitmen kita," pungkasnya.
Prajurit bunuh ibu & balita, Kasad bilang 'saya tak akan lindungi
"Saya tidak akan melindungi oknum-oknum TNI Angkatan Darat yang tidak sepantasnya berbuat seperti itu," katanya.
Rekomendasi