Kasus penyanderaan WNI, tentara Papua Nugini tangkap sejumlah orang

Meski demikian, kita terus berupaya mendekatkan diri kepada mereka, untuk mengetahui siapa pelaku dan apa motifnya.

Mohammad Yudha Prasetya
Kasus penyanderaan WNI, tentara Papua Nugini tangkap sejumlah orang
Papua Nugini. ©2014 Merdeka.com

Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Suharsono mengatakan, tentara Papua Nugini telah mengamankan beberapa orang, yang diduga mengetahui peristiwa penyanderaan dua orang WNI oleh kelompok bersenjata di sekitar perbatasan Papua Nugini."Saat ini mereka tengah melakukan pemeriksaan untuk melihat apakah ada keterkaitan, melihat atau mengetahui atau bahkan berhubungan dengan perkara," kata Suharsono, seperti dikutip dari Antara, Senin (21/9).Suharsono mengatakan, saat ini kondisi kedua WNI itu sehat, meski pada saat ditemukan mereka dalam kondisi lemas, akibat diajak berjalan cukup jauh sementara konsumsi makanan yang diduga tidak layak. Keduanya bahkan lebih memilih diam saat ditanya penyidik maupun pihak keluarga, sehingga polisi tidak mendapatkan informasi yang berarti dari mereka."Meski demikian, kita terus berupaya mendekatkan diri kepada mereka, untuk mengetahui lebih dalam siapa dan motif pelaku melakukan penyanderaan," ujarnya.Diketahui, pada Sabtu (12/9), Konsulat Republik Indonesia di Vanimo ibu kota Provinsi Sandaun, Papua Nugini, menyatakan bahwa dua warga negara Indonesia (WNI), yaitu Sudirman (28) dan Badar (30), ditahan orang tak dikenal (OTK) di Kampung Skoutio, Provinsi Sandaun, Papua Nugini.Mereka ditangkap oleh kelompok bersenjata pada Rabu (9/9), saat sedang memotong kayu di Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Kerom, Provinsi Papua, daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Wilayah itu dapat ditempuh selama tiga jam berjalan kaki dari Kampung Skoutio.Keterangan ini dipastikan oleh Tentara Nasional Papua Nugini (Papua New Guinea Defence Force). Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian mengatakan, penculikan dilakukan oleh kelompok bersenjata yang dipimpin oleh inisial "JP". Selain menyandera, kelompok itu juga menembak Kuba, rekan Sudirman dan Badar.

Rekomendasi