Masih ingat dengan Sri Lestari, penyandang difabel yang menginspirasi warga dengan perjalanan keliling Indonesia bersama motor kesayangannya? Kini Mbak Sri panggilan akrabnya berencana melakukan perjalanan keliling pulau Sulawesi untuk menginspirasi sesama teman-temannya sesama penyandang difabel.Setelah berangsur pulih dari kecelakaan, Sri bisa bekerja dan mandiri, ia menjadi figur inspiratif bagi difabel maupun masyarakat luas. Dirinya telah mengunjungi lebih dari 25 Kota dan menginspirasi ribuan orang melalui perjalanannya. Kini Sri Lestari berencana menginspirasi kawan-kawan difabel di Sulawesi sekaligus menyuarakan hak-hak difabel Indonesia. Perjalanan untuk perubahan Sri Lestari dimulai dari Manado pada hari ini, Senin (21/9), yang diresmikan oleh Wakil Wali kota Manado, Harley AB Mangindaan di Kantor DPD Sulut. Selanjutnya wanita berhijab ini berencana melakukan konvoi dan berkunjung ke YPAC Manado. Selama tiga hari berada di Manado, Sri akan melanjutkan perjalanannya ke kota-kota besar di Sulawesi seperti Gorontalo, Palu, Poso dan Makassar.Wanita kelahiran Klaten 10 Desember 1973 ini sendiri merupakan seorang difabel yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan yang menarik di berbagai media, baik media dalam negeri maupun media luar negeri. Perjuangan dan perjalanan Sri menggunakan motornya mengelilingi wilayah-wilayah di Indonesia menjadi kisah yang inspiratif bagi para difabel di Indonesia.Sri Lestari mengalami kecelakaan pada tahun 1997 saat berusia 23 tahun yang menyebabkan ia menderita kelumpuhan dari pinggang ke bawah tragedi yang tak dapat dilupakan olehnya, walaupun pada saat ia sedang duduk di kursi penumpang. Ia menjadi gadis penderita paraplegia --kelumpuhan di kedua belah bagian bawah tubuh-- termasuk dua belah kaki. Paraplegia adalah penurunan fungsi motor atau sensorik dari bawah. Hal ini biasanya diakibatkan oleh cederanya sum-sum tulang belakang atau kondisi bawaan seperti spina bifida yang mempengaruhi elemen-elemen saraf dari kanal tulang belakang.Selama 10 tahun Sri kesulitan untuk keluar rumah, saat itu ia merasa kemandiriannya hilang dan tidak mampu melakukan apa-apa. kehidupan Sri berangsur kembali seperti semula setelah Sri menggunakan kursi roda adaptif dan motor modifikasi dari UCP Roda untuk Kemanusiaan Indonesia (UCP-RUK). Bahkan 2 tahun terakhir Sri telah berhasil keliling Indonesia dari Banda Aceh hingga Jakarta dan dari Jakarta hingga Bali dengan menggunakan motor modifikasinya. "Saya merasakan apa yang seluruh difabel rasakan, yakni keterbatasan, tetapi kini saya merasa menjalani hidup tanpa keterbatasan," ujar Sri.
Semangati kaum difabel, Sri Lestari bakal keliling Sulawesi
Sri akan melanjutkan perjalanannya ke Kota-kota besar di Sulawesi seperti Gorontalo, Palu, Poso dan Makassar.
Halaman Berikutnya
Tito Karnavian Sepakati Langkah Percepatan Pemulihan Pascabencana di Bener Meriah
Rekomendasi