Ratusan narkoba hingga alat bantu seks gagal diselundupkan ke Jatim

Modusnya kadang menyelundupkan narkoba dengan kedok barang-barang lain.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Ratusan narkoba hingga alat bantu seks gagal diselundupkan ke Jatim
Penyelundupan narkoba hingga alat bantu seks di Bandara Juanda. ©2015 Merdeka.com/moch andriansyah

Pada periode Januari hingga Agustus 2015, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jawa Timur I Tipe Madya Pabean Juanda, menggagalkan penyelundupan ratusan pil ekstasi, puluhan gram sabu, alat bantu seks, obat-obatan ilegal, kosmetik, alat kesehatan, dan senjata. Dikatakan Kepala Kantor DJBC Jawa Timur I Pabean Juanda, Iwan Hermawan, sebagai community proyektor, pihaknya secara terus menerus berupaya melindungi masyarakat dari barang-barang ilegal yang masuk ke Indonesia. Baik melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, maupun melalui Kantor Pos, yang masuk wilayah Kantor DJBC Jawa Timur I. "Selama bulan Januari hingga Agustus 2015, kita telah melakukan penindakan terhadap NPP (narkotik, psikotropika dan prekursor) maupun larangan dan pembatasan lainnya, baik dikirim melalui Bandara Juanda maupun via Kantor Pos," kata Iwan dalam jumpa pers di Kantor DJBC Jawa Timur I, Senin (14/9). Sebagian barang terlarang ini, kata Iwan, sudah ada yang diserahkan ke pihak Polda Jawa Timur maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur. "Adapun barang-barang ilegal yang berhasil kita gagalkan, di antaranya 90 butir ekstasi di bulan Januari. Kemudian pada bulan Maret, kita kembali menggagalkan penyelundupan 50 butir ekstasi dan 25 gram sabu-sabu," ujar Iwan merinci.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Modus penyalahgunaan narkoba ini, ujar Iwan, dilakukan tersangka dengan cara dikirim melalui Kantor Pos. Mereka terlebih menyembunyikan narkoba itu dalam barang lain, seperti buku dan lain sebagainya."Barang dan tersangka sudah kita limpahkan, baik Ditreskoba Polda Jatim, maupun ke BNNP Jatim," lanjut Iwan.Kemudian, lanjut Iwan, dalam kurun waktu dan bulan sama, pihak DJBC Jawa Timur I juga sukses menggagalkan produk pornografi."Selama Januari hingga Agustus, kita berhasil menggagalkan 29 kali pengiriman produk pornografi ke Indonesia. Kemudian 63 kali pengiriman produk obat dan kosmetik, 23 kali pencegahan penyelundupan alat kesehatan, dan delapan kali pengiriman senjata jenis air soft gun, serta 15 kali penindakan senjata tajam," tambah Iwan.Selanjutnya, barang-barang ilegal itu oleh Kantor DJBC Wilayah Jawa Timur I melalui Bandara Juanda, akan dimintakan pemenuhan izin larangan dari instansi terkait, pengiriman kembali ke negara asal (re-ekspor) atas komoditi yang dikirim tanpa surat izin, serta menetapkan sebagai barang milik negara.

Rekomendasi