Selain artis AS, polisi juga amankan 4 SPG usai layani tamu

Penangkapan ke lima perempuan ini dilakukan di tempat yang berbeda. ‎Namun, diduga masih satu jaringan.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Selain artis AS, polisi juga amankan 4 SPG usai layani tamu
Ilustrasi Prostitusi. ©2014 Merdeka.com

Selain mengamankan artis dan model berinisial AS, Subnit VC Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur juga mengamankan empat perempuan lain yang berprofesi sebagai Sales Promotion Gilr (SPG) dengan inisial CL, CT, CN dan CK. Diduga, ke lima perempuan menjadi korban trafficking dari dua mucikari yang saat ini menjadi buron polisi. Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, penangkapan ke lima perempuan ini dilakukan di tempat yang berbeda. ‎Namun, diduga masih satu jaringan. "‎Awal penggerebekan dilakukan di salah satu hotel yang ada di Surabaya. Ke empat korban diminta oleh mucikari YY, yang saat ini kita tetapkan sebagai DPO datang ke salah satu hotel untuk melayani pria hidung belang. Tarifnya antara Rp 3 hingga 5 juta rupiah untuk sekali main," terang Takdir di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (3/9). Di lokasi berbeda, di sebuah hotel yang berada di kawasan Surabaya selatan, polisi juga menerima informasi adanya tindak pidana trafficking. "Saat dilakukan penggerebekan, didapati artis AS dalam kondisi mabuk. Kita sudah cek, dan memang benar dia adalah artis dan model, yang menurut pengakuannya sedang ada syuting di Surabaya," lanjutnya. Diduga, artis AS usai melayani tamu. "Karena kondisinya masih dalam keadaan mabuk berat, sesuai hasil tes urine positif narkoba. Kita belum bisa memintai keterangan lebih dalam," elaknya. AS sendiri, dibanderol antara Rp 8 hingga 10 juta rupiah sekali main. "Modus operandinya, melalui grup BlackBerry Messenger dan Facebook (FB)," tandas Takdir.

Rekomendasi