Bentrokan TNI-Polri di Polman, satu korban masih dirawat di RS

"Ada 3 anggota polisi yang luka. Satu orang dibawa ke RS Bhayangkara, dua korban lagi hanya rawat jalan," kata Agoeng.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Bentrokan TNI-Polri di Polman, satu korban masih dirawat di RS
Ilustrasi Bentrokan. ©2014 Merdeka.com

Bripda AM, salah satu dari tiga korban luka dalam bentrokan TNI dan Polri di Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat, Minggu (30/8) saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. Lukanya parah di bagian kepala dan wajah akibat pukulan."Ada tiga anggota polisi yang luka. Satu orang dibawa ke RS Bhayangkara, dua korban lagi hanya rawat jalan," kata Kapolres Polman AKBP Agoeng Adi Kurniawan saat dihubungi, Selasa (1/9).Dia mengatakan, bahwa sejak pukul 10.00 WITA sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dua tempat, yakni di lintasan sirkuit road race dan di pos polisi Palippis, Kecamatan Balanipa, Polman."Yang olah TKP di lintasan sirkuit sudah selesai sementara yang di pos polisi Palippis masih berlangsung hingga siang ini," jelasnya.Soal olah TKP di lintasan sirkuit itu, kata Agoeng, tidak ditemukan petunjuk. Terkait selongsong peluru yang ditemukan di TKP, menurutnya, senjata Polri berbeda dengan senjata yang digunakan anggota TNI. Pada senjata anggota Polri, jika ditembakkan selongsongnya tidak keluar melainkan tertinggal di senjata."Adapun anggota polisi yang terindikasi sebagai pelaku masing-masing Briptu C dan Briptu H, keduanya sudah ada di Mapolda Sulsel. Secara detilnya tanyakan ke pihak Polda karena kasus ini sudah diambil alih Polda Sulsel," jelasnya.Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Frans Barung Mangera menjelaskan, dua anggota polisi terindikasi sebagai pelaku penembakan tetapi statusnya masih terperiksa."Semuanya masih lidik, belum ada penetapan tersangka," ujarnya."Investigasi masih terus dilakukan dan hasilnya nanti akan diekspose langsung oleh Kapolda Sulsel dan Pangdam VII/Wirabuana," tambahnya.Saksi yang diperiksa 10 orang masing-masing enam orang polisi dan empat warga. Dan hingga hari ini sudah ada sembilan sepeda motor yang dibakar, data sebelumnya hanya enam unit. Semua penanganan kasus ini diawasi Inspektorat Pengawasan Umum (bukan Direktorat Pengawasan Umum) Mabes Polri.Diketahui, bentrokan antara TNI dan Polri ini pecah, Minggu (30/8). Dalam insiden itu menewaskan satu anggota Yonif 721 Kompi Senapan B, Prada Yuliadi (21). Dia terkena tembak di bagian perutnya. Bentrokan ini diawali keributan bersama anggota Kodim Majene dan anggota yonif 721 Kompi Senapan B di lintasan sirkuit road race stadion S Mengga, Manding, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat.

Rekomendasi