Pemerasan di jalan marak, sopir angkutan barang Aceh-Sumut resah

Para preman memakai kedok sumbangan buat memeras. Mereka tak segan melakukan kekerasan bila permintaan tak dipenuhi.

Aryo Putranto Saptohutomo
Pemerasan di jalan marak, sopir angkutan barang Aceh-Sumut resah
Truk. www.skyscrapercity.com

Para sopir mobil angkutan barang kerap melintasi jalan negara antara wilayah barat selatan Provinsi Aceh dengan Sumatra Utara resah. Sebabnya, mereka mengaku kerap diperas oleh preman saat melewati jalur itu.Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Selatan, Khaidir Amin di Tapaktuan, Selasa (25/8) mengatakan, mengaku cemas atas aksi pemerasan itu. Apalagi sampai membuat takut awak angkutan, terutama awak angkutan barang. Dia khawatir apabila hal itu dibiarkan, bisa berpengaruh pada sistem perdagangan antar provinsi itu.Dikatakan Khaidir, menurut laporan-laporan diterima dari para sopir, pemerasan itu sering terjadi di wilayah antara Pancur Batu dan Sembahe. Pelakunya diperkirakan sejumlah preman dengan cara yang tidak etis.Khaidir enggan mengungkapkan identitas para pelapor, demi keamanan. Sebab, sebagai Ketua Kadin Kabupaten Aceh Selatan, dia merasa bertanggung jawab atas pemberian informasi tersebut."Di antara para korban pernah ada yang diperas sehingga harus menyerahkan uang Rp 700 ribu. Orang dimaksud adalah sopir kendaraan angkut barang jenis pick up berasal dari Aceh Selatan," kata Khaidir.Dari informasi para awak angkutan barang, pemerasan itu berkedok sumbangan. Pelaku juga tidak segan-segan melempar dengan batu apabila mobil yang dihadang tidak mau berhenti. Dalam melaksanakan operasinya, para pemeras juga membawa senjata tajam."Ada juga yang diancam langsung. Mereka sodorkan tawaran tidak enak kepada sopir, untuk memilih batu kecil, batu besar, atau pisau, sehingga sopir ketakutan dan terpaksa menyerahkan sejumlah uang," ujar Khaidir.Khaidir cemas, pemerasan itu lama kelamaan akan mempengaruhi hubungan perdagangan antar kedua provinsi itu. Karena Sumut dan Aceh saling ketergantungan di sektor perdagangan barang."Aceh memasok ke Sumut berupa bahan mentah. Sementara Sumut merupakan provinsi yang menjadi pusat orientasi bagi Aceh di sektor itu," ucap Khaidir.Khaidir menambahkam, orang Aceh selalu berbelanja ke Medan, baik kebutuhan keluarga maupun kebutuhan barang perdagangan. Seperti toko-toko, rata-rata mengharapkan pasokan barang dari Sumut, mulai konveksi, elektronik, dan suku cadang kendaraan bermotor. Warga Sumut juga tak sedikit yang datang ke Aceh Selatan buat kegiatan perdagangan. Mulai berjualan sayur mayur, buah-buahan, alat perabot, elektronik, dan kebutuhan lainnya."Setidaknya, harga barang bisa melonjak di Aceh sebagai dampak cost tinggi dari awak angkutan, akibat terus menerus diperas oleh oknum tertentu. Harmonisasi yang baik selama ini jadi terganggu," tambah Khaidir.Khaidir hanya berharap aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas membasmi praktik tidak terpuji itu.

Rekomendasi