Desak muktamar NU diulang, kubu Hasyim Muzadi tak ingin NU tandingan

Para pengurus wilayah NU menginginkan muktamar kembali digelar sesuai AD/ART.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Desak muktamar NU diulang, kubu Hasyim Muzadi tak ingin NU tandingan
PWNU desak muktamar ulang. ©2015 Merdeka.com

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kepulauan Riau, Tarmizi Tohor menegaskan gugatan hasil muktamar NU ke 33 bukan untuk membuat NU tandingan. Hal tersebut semata-mata untuk menyatukan organisasi Nahdlatul Ulama sesuai aturan AD-ART yang sudah ada."Intinya, baik Gus Solah dan Kiai Hasyim Muzadi berpesan jangan ada NU tandingan. Kita tidak ingin membentuk tandingan. Kita ingin menyatukan sesuai ajaran Hadratus Syaikh pendiri NU, Kyai Hasyim Asy'ari," kata Tarmizi saat jumpa pers tentang Forum PWNU menolak dan menggugat hasil Muktamar NU di Hotel Maharadja, Jl Piere Tendean Jakarta Selatan, Jumat (14/8).Menurut Tarmizi, pihaknya tidak mempersoalkan siapa pun yang menjadi pemimpin pengurus besar Nahdlatul Ulama, asalkan itu sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) yang sudah ditetapkan."Kami persilakan siapapun yang jadi pimpinan. Kami ingin bermuktamar sesuai AD-ART," paparnya.Dia menyayangkan Muktamar NU ke 33 lalu terjadi kericuhan yang mengakibatkan masyarakat luas berpandangan buruk pada organisasi terbesar di Indonesia itu. "Kalau saja panitia menjalankan muktamar sesuai aturan yang ada, kita yakin tidak seperti ini jadinya," ucap Tarmizi.Menurut dia, apa yang dilakukan PWNU ini tidak bermaksud untuk perpecahan di tubuh NU, oleh sebab itu mengimbau agar masyarakat jangan salah paham. "Kita bukan memecah NU, bukan. Kita ingin menjalankan muktamar sesuai koridor yang ada," tegasnya.

Rekomendasi