Aksi pelecehan seksual seolah tak ada habisnya di tanah air. Bahkan, dalam melakukan aksinya para pelaku mengacuhkan tempat ataupun situasi sekitar.Bus Transjakarta, KRL, Mikrolet serta angkutan kota (Angkot) sekalipun menjadi tempat alternatif para pria bejat mencari korban. Aksi ini pun menimbulkan keresahan bagi masyarakat khususnya penumpang wanita.Tak haya itu, kasus pelecehan seksual pun menjadi hal yang ditakutkan wanita. Mengingat, beberapa hari terakhir publik dihebohkan dengan kasus pemerkosaan di sebuah angkot.Untuk mengatasi berbagai macam bentuk pelecehan seksual, berikut tips bagi wanita agar terhindar dari aksi-aksi pria bejat di angkot:
Advertisement
Periksa nomor trayek dan jurusan
Agar tetap merasa aman dan terhindar dari aksi pelecehan seksual, para wanita dianjurkan untuk memeriksa nomor trayek dan jurusan angkot yang akan ditumpangi.Selain itu, sebelum menumpangi angkot pastikan mobil tersebut sesuai dengan tujuan. Hal ini dilakukan untuk menjaga anda dari aksi jahat baik dari penumpang lain maupun si sopir.Pasalnya, aksi pelecehan sering terjadi karena adanya situasi yang memungkinkan si pelaku untuk melancarkan aksinya.
Advertisement
Pilih sopir angkot berseragam dan memiliki ID
Cara ini dinilai bisa membuat perempuan terhindar dari aksi pelecehan seksual dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Wanita sebaiknya memilih angkot dengan tepat.Di mana wanita diharapkan bisa lebih dulu mengecek sopir yang membawa angkot tersebut dengan memperhatikan seragam dan identitas resmi.Sopir yang mengenakan seragam dan memiliki identitas akan berpikir seratus kali untuk melakukan tindak kejahatan. Dengan begitu, tingkat keamanan dan kenyamanan wanita bisa sedikit terjaga.
Advertisement
Gunakan pakaian sopan
Demi keamanan dan kenyamanan bersama para wanita sebaiknya mengenakan pakaian yang sopan. Wanita diharapkan tidak berpakaian vulgar.Kenapa hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga para wanita dari tindakan tak senonoh pria bejat, karena pakaian yang pantas bisa mengurangi pikiran cabul dari para pelaku.Sehingga, pelecehan yang berujung pemerkosaan bisa sedikit ditekan karena tidak ada hal yang memicu si pelaku untuk berbuat senonoh.
Advertisement
Bawa alat
Jika ingin menggunakan kendaraan umum seperti angkot atau yang lainnya, wanita disarankan untuk membawa alat-alat yang bisa dijadikan senjata.Tidak perlu senjata tajam, alat-alat yang bisa dijadikan senjata untuk menjaga diri antara lain gas air mata dalam ukuran kecil, jarum pentul, peniti, bubuk merica/cabai maupun alat lainnya yang bisa melumpuhkan para pelaku.Alat-alat itu bisa digunakan sewaktu-waktu pelecehan seksual terjadi. Sehingga hal tersebut bisa menjadi efek jera bagi pelaku-pelaku lain.
Advertisement
Lakukan beladiri
Agar terhindar dari tindakan pelecehan seksual maupun perkosaan wanita sebaiknya belajar beladiri. Kemampuan beladiri bisa memberikan keberanian seseorang untuk menghadapi suatu tindak kejahatan.Paling tidak dengan belajar beladiri wanita diajarkan untuk berani menghadapi pelecehan seksual yang mungkin terjadi.Sehingga, jika kejadian buruk itu terjadi wanita bisa memberikan jurus-jurus tertentu agar terlepas dari bekapan si pelaku.
Advertisement
Segera turun dan lapor ke polisi
Ini tips agar wanita terhindar dari pelecehan seksual di angkot. Wanita harus waspada melihat gerak gerik seseorang di dalam angkot.Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan sebaiknya wanita segera turun dan berpindah ke angkot yang lainnya. Setelah itu, wanita dianjurkan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian terdekat.Para pelaku yang menjadi daftar pencarian orang (DPO) pun akan berpikir ulang untuk melakukan hal tersebut ke korban berikutnya.