Presiden Jokowi dinilai belum perlu turun tangan atasi insiden Papua

Sebagai ketua kepala suku Kepegunungan Papua, Lennis mengklaim sanggup menangani persoalan ini.

Marselinus Gual
Oleh Marselinus Gual - Reporter
Presiden Jokowi dinilai belum perlu turun tangan atasi insiden Papua
Jokowi di Papua. ©Setpres RI

Staff khusus Presiden, Lennis Kogoya menuturkan, Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla tak perlu turun tangan langsung menangani insiden pembakaran musala dan 16 kios di Tolikari, Papua, Jumat (17/7) kemarin.

Sebagai ketua kepala suku Kepegunungan Papua, Lennis mengklaim sanggup menangani persoalan ini. "Tidak perlu, cukup saya sebagai kepala suku saja. Itu sudah aman," ujar Lennis di Kantor Staff Kepresidenan, gedung Sekretariat Negara, Jl. Veteran III, Jakarta, Sabtu (18/7).

Lennis berjanji segera mempertemukan kedua kelompok untuk menyelesaikan persoalan di Tolikari. Tidak hanya kedua kelompok, pertemuan itu juga mengundang kepala adat setempat.

"Saya sudah suruh staff saya, sore ini mereka berangkat," ucap dia.

Konflik horizontal di Papua bukan sekali terjadi ini. Perang antar suku bahkan menjadi momok yang mengkhawatirkan keutuhan NKRI. Insiden Tolikari, menurut Lennis, lantaran kurang maksimalnya komunikasi. Sebab selama ini konflik semacam itu belum pernah terjadi.

"Karena tidak terjadi masalah agama ini kadang tidak ada, meskipun ada itu juga jarang dipakai. Kita mediasi dengan kelompok adat dulu karena itu yang lebih mendesak," katanya.

Rekomendasi