Munculnya kelompok yang mengklaim sebagai Paguyuban Trah Ki Ageng Giring-Ki Ageng Pemanahan yang mengangkat GBPH Prabukusumo sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono XI, membuat masyarakat bertanya-tanya. Sebab secara mendadak mereka melakukan pengangkatan sepihak di Petilsan Ambarketawang, Yogyakarta, Minggu (12/7). Terlebih surat diduga pengangkatan tersebut beredar luas di masyarakat.Dalam pengangkatan tersebut, ketua paguyuban yang mengaku bernama Satria Djojonegoro mengatakan, pengukuhan dilakukan karena sejak dikeluarkannya Sabdaraja tanggal 30 April 2015, tidak ada lagi raja di Keraton Yogyakarta."Kekosongan takhta ini akibat dari Sabdaraja 30 April 2015 yang telah mengubah nama Sultan Hamengku Buwono. Sehingga tidak lagi sesuai dengan angger-angger, paugeran, busaya, dan adat istiadat Yogyakarta," katanya dalam surat tersebut, Minggu (12/7).Anehnya dalam pengukuhan tersebut, GBPH Prabukusumo sendiri tidak hadir. Menanggapi adanya pengangkatan tersebut, GBPH Prabukusumo sendiri menyangkal dan menolak pengangkatan tersebut. Dia pun mengaku tidak mengenal kelompok yang mengaku trah Ki Ageng Giring - Ki Ageng Pemanahan."Saya demi Allah Rosulullah saya tidak tahu sama sekali. Dan ini bulan puasa Ramadan, tolong disampaikan kepada teman-teman pers," katanya lewat pesan singkat.
Surat pengangkatan Sri Sultan Hamengku Buwono XI hoax
Diduga ada pihak yang ingin memperkeruh internal keraton.
Rekomendasi