Kepolisian Resort Indragiri Hilir berhasil mengungkap misteri kematian Minah, pegawai perempuan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pemkab Inhil ditemukan tewas di rumahnya, Rabu (10/6) silam.Menurut Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono kepada merdeka.com, Minggu (5/7), Minah diduga meninggal akibat disekap dengan sapu tangan sudah diberi obat bius oleh Siska (33 tahun). Dia diketahui seorang ibu rumah tangga. Siska merupakan warga kelurahan Tembilahan Kota, Kabupaten Inhil, Riau, diduga merupakan pelaku pembunuhan Minah."Setelah kita mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi secara maraton, pada Sabtu (4/7) sore sekitar pukul 17.30 Wib, pelaku inisial Sis mengakui perbuatannya," kata Wicak, sapaan Hadi Wicaksono.Menurut Wicak, meski pelaku mengaku membunuh dengan cara menyekap mulut korban dengan menggunakan sapu tangan yang diberi bius, tapi belum diketahui motif pembunuhannya."Kami menyita sejumlah barang bukti berupa sapu tangan, buku rekening Bank BRI atas nama pelaku, amplop, kartu ATM BRI, liontin dan gantungan kalung," ujar Wicak.Sebagian barang bukti itu, kata Wicak, disita dari rumah pelaku setelah polisi melakukan penggeledahan. Usai diinterogasi, pelaku pun mengakui barang bukti dan perbuatan yang dilakukannya."Saat ini, pelaku dan barang bukti kejahatannya dibawa ke Mapolres Inhil untuk kepentingan pengembangan penyelidikan," ucap Wicak.Atas perbuatannya, Siska dijerat dengan tindak pidana pembunuhan dengan Pasal 338 KUHPidana, dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. Kuat dugaan Siska menghabisi nyawa Minah lantaran dendam. Hanya saja polisi enggan membeberkan motifnya terlebih dulu."Soal itu masih kita selidiki kebenarannya," tutup Wicak.
PNS perempuan Dispenda Inhil ternyata dibunuh oleh ibu rumah tangga
Minah tewas usai disekap sapu tangan dibubuhi obat bius. Namun motif pembunuhannya belum terungkap.
Advertisement
Rekomendasi