Gara-gara taruhan bola, 2 kampung tawuran & 3 pemuda dibekuk polisi

Setelah permainan usai, pemuda dari Kelurahan 11 Ilir enggan membayar uang taruhan. Itulah pemicu tawuran tersebut.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Gara-gara taruhan bola, 2 kampung tawuran & 3 pemuda dibekuk polisi
Tawuran antar warga di Manggarai. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Gara-gara salah satu pihak enggan membayar uang taruhan bola, belasan pemuda dari dua Kelurahan 9 dan 11 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, terlibat tawuran. Saat beraksi, tiga pemuda, yakni Arfan (16), Akbar (15), dan Suryadi (30), berhasil diamankan polisi.

Aksi tawuran itu melibatkan banyak pemuda yang berasal dari dua kampung berdekatan tersebut. Tragisnya, peristiwa itu terjadi menjelang sahur di Jalan Slamet Riyadi, Pasar Kuto, Kecamatan Ilir II, Palembang.

Menurut Arfan (16), salah satu pelaku, tawuran tersebut terjadi akibat permasalahan utang-piutang saat bermain bola antara pemuda dua kelurahan itu. Setelah permainan usai, pemuda dari Kelurahan 11 Ilir enggan membayar uang taruhan. Itulah pemicu tawuran tersebut.

"Cuma pasal taruhan main bola, saya cuma ikut-ikutan saja," ungkap Arfan di Mapolsek Ilir Timur II Palembang, Senin (29/6).

Sementara Suryadi (30) pelaku lain menuturkan, saat itu dia kebetulan sedang melintas untuk membeli kebutuhan sahur dan melihat aksi tawuran itu. Merasa ada teman-temannya, Suryadi pun mengambil sebuah balok di pinggir jalan. Dia beralasan, usahanya itu untuk membubarkan tawuran.

"Mau pisahin kok ditangkap polisi," ujarnya.

Kapolsek Ilir Timur II Palembang Kompol Afria Jaya mengungkapkan, aksi tawuran memang kerap terjadi setiap bulan Ramadan. Pemicunya juga terbilang sepele yang melibatkan anak-anak kampung.

"Pelaku yang ditangkap hanya didata dan dikembalikan lagi. Jika masih mengulanginya, baru dihukum sesuai aturan," pungkasnya.

Rekomendasi