Polisi Federal Australia gandeng Polres Buleleng intai paedofil

AFP mengaku sudah berhasil menggagalkan masuknya 300 orang Australia pelaku paedofil yang ingin masuk ke Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi Federal Australia gandeng Polres Buleleng intai paedofil
Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2014 Merdeka.com

3 Anggota Polisi Australia atau Australian Federal Police (AFP) mendatangi Mapolres Buleleng, Kamis (25/6). Ini bertujuan untuk menjalin kerja sama sharing informasi terkait keamanan Internasional dalam upaya mencegah dan melacak paedofil di Bali.Ketiga anggota AFP ini Michael McTiernan (Perwira), Keaton Martino (Penyidik), Nicholas Arley (Penasehat). Kedatangan mereka ini, diterima langsung Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi. Menurut penuturan Michael McTiernan, dirinya telah berhasil menggagalkan masuknya 300 orang Australia pelaku paedofil yang ingin masuk ke Indonesia. "Pada tahun lalu ada 300 orang telah gagal masuk ke Indonesia, Bali, berkat informasi itu, mereka semua telah divonis," ungkap polisi yang konsen dengan kasus paedofil dan perlindungan anak ini di ruang kerja Kapolres Buleleng, Kamis (25/6).Sementara itu, Kapolres Buleleng, AKBP Kurniadi mengatakan, selama dirinya menjabat sebagai Kapolres Buleleng, memang belum ditemukan adanya kasus paedofil yang dilakukan oleh warga negara asing. "Selama saya disini belum ada kasus paedofil yang melibatkan warga asing, yang ada pada tahun 2012 dan sudah divonis selama 8 tahun penjara," ujar Kapolres Kurniadi.Kerja sama akan melakukan pencegahan secara bersama, terkait kasus paedofil. Bahkan, AFP bersedia mengirimkan data orang-orang Australia yang terindikasi sebagai pelaku paedofil jika dibutuhkan Polres Buleleng untuk memudahkan pemantauan lebih lanjut.

Rekomendasi