Pergaulan anak muda zaman sekarang sudah terlampau bebas. Mabuk dan seks bebas seakan sudah menjadi hal biasa.Fenomena tersebut tentu sangat miris dan mengkhawatirkan. Terlebih dalam seks bebas jika berujung kehamilan.Si wanita dan pria jadi bingung. Mau jujur takut sama orangtua, tanggung jawab tidak mampu. Jalan pintas pun diambil yaitu aborsi. Lebih gila lagi, tetap melahirkan namun si jabang bayi dibuang atau dibunuh.Seperti contoh kasus yang baru terjadi di kawasan Jakarta Barat. Seorang siswi SMA berinisial NV (16) membunuh bayi yang baru dilahirkan karena menanggung rasa malu dan takut dengan orangtua. NV sendiri dihamili oleh mantan pacarnya. Tentu itu menjadi kisah pilu.Menanggapi fenomena itu, Sosiolog dan juga Wakil Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar melihat penyebab remaja melakukan seks bebas lantaran pengaruh dari sosial media, orangtua, dan faktor lingkungan. Di sosmed, remaja bisa mencari dan melihat konten pornografi hingga akhirnya berkeinginan untuk mempraktikkan. "Terutama remaja yang sudah memiliki pacar," kata Musni saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (25/6).Musni menambahkan, kesibukan orangtua juga bisa menjadi faktor remaja melakukan seks bebas. Menurut dia, orangtua yang sibuk tidak dapat mengontrol pergaulan anaknya."Orangtua tidak care, tidak tahu anak bermain dengan siapa-siapa. Faktor masyarakat dan lingkungan juga berpengaruh terhadap pergaulan si anak," katanya.
Advertisement
Dengan cueknya melakukan seks bebas, ketika hamil mereka pun tidak siap secara mental dan ekonomi. Pada saat itu, kata Musni, baru lah orangtua kalang kabut mengetahui kondisi anaknya."Terpaksa lah aborsi atau dibunuh atau dibuang itu karena mereka merasa malu, bisa jadi si pria mendorong juga untuk aborsi," kata dia.Untuk itu, Musni mengingatkan agar remaja jangan terjerumus dalam pergaulan seks bebas. Hal itu karena posisi wanita menjadi korban dan paling dirugikan dalam seks bebas."Remaja belum siap, jangan coba melakukan hal itu. Anak muda belum tahu resiko. Wanita harus bisa menjaga mahkotanya," tutup Musni.