Jokowi diminta jangan tutup mata calonkan Sutiyoso jadi KaBIN

Sebagai orang yang dipilih rakyat, Jokowi harus sungguh-sungguh mendengarkan aspirasi rakyat.

Marselinus Gual
Oleh Marselinus Gual - Reporter
Jokowi diminta jangan tutup mata calonkan Sutiyoso jadi KaBIN
Sutiyoso dan Din Syamsuddin. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Koordinator Jaringan Mahasiswa Indonesia (JMI) Efendi meminta Presiden Jokowi tidak merekomendasikan Letjen (Purn) Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Sebab, menurut dia, peristiwa penyerangan kantor PDIP 27 Juli 1996 merupakan sikap kebrutalan Sutiyoso kala itu."Kami ucapkan duka yang mendalam atas saudara yang mati pada 27 Juli. Kami minta presiden segera batalkan pencalonan Sutiyoso sebagai KaBIN. Ini saksi adanya kebrutalan waktu itu," ujar Efendi setelah menabur bunga di depan Kantor PDIP, Jalan Diponogoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6).Lanjut dia, sebagai orang yang dipilih rakyat, Jokowi harus sungguh-sungguh mendengarkan aspirasi rakyat. Dasar penolakan Sutiyoso adalah adanya pelanggaran HAM selama ia menjabat sebagai Pangdam Jaya."Pak Jokowi dipilih rakyat. Jangan dia tutup mata dengan pencalonan Sutiyoso yang melanggar HAM," papar dia.Selain itu, jika Presiden Jokowi tetap bergeming memilih Sutiyoso, kata dia, Jokowi dinilai tetap membawa pola rezim Orde Baru dalam pemerintahannya. Seharusnya, lanjut dia, hak prerogratif presiden itu digunakan untuk memilih orang yang tidak terkait dengan pelanggaran HAM di Indonesia."Pasti beliau masih punya stok anak bangsa yang punya kapasitas bagus dan tidak terkait dengan pelanggaran HAM. Hak prerogratif seharusnya dipakai untuk itu. Kalau tidak, Pak Jokowi masih mewarisi Orde Baru," pungkas dia.

Rekomendasi