Tragis, anak SD tewas dianiaya warga gara-gara kecelakaan motor

Sebelum kejadian Lukas dan orangtuanya sedang menantikan hari pengumuman kelulusan SD.

Hery H Winarno
Oleh Hery H Winarno - Reporter
Tragis, anak SD tewas dianiaya warga gara-gara kecelakaan motor
Ilustrasi Pengeroyokan. ©2015 Merdeka.com

Nasib yang menimpa Lukas Beda Ama sungguh tragis. Bocah kelas 6 SD ini tewas setelah dianiaya warga. Lukas Beda Aman tewas setelah nyawanya tidak tertolong ketika dibawa ke rumah sakit.Informasi dari Antara, Kapolres Flores Timur AKBP Dewa Putu Gede Artha membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan tersebut. Dia mengatakan kejadian itu berlangsung pada Sabtu (13/6) di Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Waiwerang Kota, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.Saat itu sekitar pukul 09.00 WITA, Lukas Beda Ama tengah mengendarai sebuah sepeda motor menuju ke sekolahnya di Desa Riangrindu untuk mendengar pengumuman hasil ujian akhir. Di tengah perjalanan Lukas menyerempet seorang anak bernama Rahima di Dusun Belle, Desa Waiburak.Tanpa melihat duduk persoalan lebih jauh, sekelompok orang yang ada di lokasi kejadian, langsung menghajar Lukas Beda Ama dan merusakkan sepeda motornya.

Dalam kondisi babak belur, Lukas Beda Ama bersama seorang temannya terus berjalan sampai ke rumahnya di Desa Riangmuko, yang tak jauh dari Desa Waiburak. Namun, tak disangka, sekelompok orang dewasa masih membuntuti Lukas Beda Aman dan menghajarnya sampai sekarat. Meski sudah dalam kondisi tak berdaya, para pelaku pemukulan juga merasa belum puas.Lukas Beda Ama kemudian digiring ke suatu tempat, dan mendapat penyiksaan yang lebih hebat lagi dari sekelompok orang dewasa tersebut, sampai tangan kanannya patah.Warga di sekitarnya yang merasa prihatin dan iba kemudian membawa korban ke Puskesmas Waiwerang Kota untuk mendapat pertolongan medis. Namun, kondisi korban terus memburuk, sehingga di rujuk ke RSUD Larantuka di Pulau Flores bagian timur.Namun dalam pelayaran ke Larantuka, korban mengembuskan napas terakhir di atas kapal motor yang ditumpangi.

Kapolres Flores Timur menambahkan, pada Kamis (18/6), Polsek Waiwerang sudah menangkap tiga orang dan dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan."Namun dari hasil pemeriksaan sementara, polisi baru menetapkan KA sebagai tersangka, sementara dua orang lain dilepas karena belum cukup bukti," kata Kapolres.Dia meminta warga yang mengetahui atau melihat peristiwa itu dapat memberikan keterangan untuk memudahkan kepolisian dalam mengembangkan kasus ini.Lukas sendiri tercatat sebagai siswa Kelas VI SDI Riangrindu, Desa Waiburak. Sebelum kejadian Lukas dan orangtuanya sedang menantikan hari pengumuman kelulusan yang rencananya akan diumumkan pada Rabu, 17 Juni 2015. Namun takdir hidupnya berkata lain, Lukas harus mengalami kisah tragis hingga merenggut nyawanya.

Rekomendasi