Panglima TNI sebut Malaysia sepakat tak kerahkan pesawat ke Ambalat

Jenderal Moeldoko memilih jalur diplomatik untuk menyelesaikan masalah perbatasan, termasuk Ambalat.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Panglima TNI sebut Malaysia sepakat tak kerahkan pesawat ke Ambalat
Jenderal Moeldoko tinjau Latgab TNI 2014. ©2014 Merdeka.com/Dharmawan

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku sudah ada kesepakatan antara Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia untuk tidak lagi mengerahkan prajurit di wilayah Ambalat. Menurut Moeldoko, persoalan Ambalat akan diselesaikan secara diplomatik."Saya sering berkomunikasi dengan Panglima Diraja Malaysia, untuk bersepakat soal Ambalat, tidak perlu lagi kita turunkan pasukan bersenjata. Kita masing-masing memahami tidak ada yang perlu kita perebutkan di sana, cuma buang-buang energi," kata Moeldoko di Mabes TNI, Jakarta, Selasa (16/6).Selain itu, Moeldoko juga mengakui adanya pesawat dan kapal Malaysia yang kerapkali memasuki wilayah Ambalat dari data dan informasi yang diperoleh personel TNI yang melakukan pengawasan. Namun, pelanggaran terkait batas-batas wilayah tersebut akan diselesaikan melalui hubungan diplomatik kedua negara."Semua kita kelola tanpa pendekatan kekerasan. Akan kita kelola dengan konteks politik yang lebih santun yaitu melalui protes secara diplomatik," kata dia.Menurut Moeldoko, laporan terhadap pelanggaran batas wilayah yang dilakukan kapal dan pesawat Malaysia selalu disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Teddjo Edhy Purdijanto dan Menteri Luar Negeri Retno. Oleh sebab itu, laporan yang disampaikan tersebut dapat ditindaklanjuti sebagai bentuk protes terhadap negara lain.Seperti diketahui, sejak bulan Mei 2015 sudah sembilan kali pesawat perang milik militer Malaysia diduga masuk tanpa izin ke wilayah yang berbatasan dengan Kalimantan, yaitu Blok Ambalat. Keberadaan pesawat Malaysia terdeteksi oleh TNI Angkatan Udara.Laporan Komandan Lanud Tarakan Letkol Penerbang Tiopan Hutapea mengatakan, penetrasi pesawat asing memasuki wilayah udara Ambalat ini terpantau oleh Satuan Radar 225 Kosek II Kohanudnas di Tarakan, Kalimantan Utara.Menurut Mayor Lek M Suarna selaku komandan satuan radar, pesawat Malaysia sering kali melakukan penetrasi. Terpantau, sudah sembilan kali pesawat militer negeri jiran lepas landas dari Tawau dan memasuki wilayah Indonesia di atas perairan Ambalat.

Rekomendasi