Setahun jadi 'Winnie the Pooh', Suaedi mampu beli rumah dan 2 motor

Setahun, dari hasil mengemis bermodus badut berpenyakitan, Suaedi bisa meraup pendapatan Rp 180 juta.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Setahun jadi 'Winnie the Pooh', Suaedi mampu beli rumah dan 2 motor
Kakek Winnie The Pooh. ©facebook.com/Rio Fahmy Nugraha

Kakek Suaedi (75), warga Mojokerto, Jawa Timur, mengaku berpura-pura sakit stroke sambil memakai kostum Winnie the Pooh agar warga yang melihat merasa iba, dan memberi uang kepada dirinya. Sehari-hari, Suaedi biasa beraksi di sekitaran Lippo Mall Sidoarjo.Petugas Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Sidoarjo Dayat mengatakan bahwa dari pekerjaannya meminta, Suaedi mampu membeli rumah di Mojokerto, motor Yamaha Vixion dan matik dalam kurun waktu satu tahun."Ini sesuai pengakuannya sendiri. Jadi memang tidak seperti yang ramai diberitakan kemarin," kata Dayat kepada merdeka.com, Sidoarjo, Selasa (16/6).Menurutnya, yang dilakukan Suaedi merupakan modus baru para pengemis untuk menarik simpati warga, demi mendapat uang.Suaedi dibawa petugas saat sedang berada di depan mal, Minggu (14/6). Sueadi diketahui hanya pura-pura sakit dan hidup sebatang kara. Petugas lantas memulangkan Suaedi dan istri ketujuhnya ke Mojokerto saat dijemput oleh salah satu anaknya."Setelah kita cek, dia enggak sakit, ngomongnya lancar, jalannya juga tidak seperti orang sakit, ya karena memang sehat. Senin kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB dia kita pulangkan. Dia kita serahkan ke Dinsos Mojokerto," lanjutnya.Sesuai data KTP, Suaedi tercatat sebagai warga Mojokerto. Suaedi juga mengaku memiliki tujuh istri dan lima anak."Dari hasil menjadi badut, Suaedi bisa mendapat Rp 500 ribu tiap harinya. Katanya, kalau sehari tidak mendapat hasil itu, dia tidak akan pulang," tutur Dayat.Bisa dibayangkan, jika saban hari Suaedi bawa pulang rata-rata Rp 500 ribu, maka satu bulan penuh dia mengantongi Rp 15 juta. Setahun, dari hasil mengemis bermodus badut berpenyakitan Suaedi bisa untung Rp 180 juta.Sementara itu, Sony, salah satu warga pernah bertemu dengan Suaedi. Waktu itu dirinya memberi sejumlah uang karena merasa kasihan dengan Suaedi."Saya pernah ngasih Rp 50 ribu. Karena dari wajahnya terlihat memang memelas, karena wajahnya memang tidak ditutup. Apalagi dia menuntun anak kecil, kira-kira usianya lima sampai enam tahunan. Eh ternyata, itu cuma modus. Dia itu biasa mangkal di Mal Lippo Sidoarjo," terang Sony pada merdeka.com.Terungkapnya kasus ini bermula dari informasi pendengar salah satu stasiun radio lokal di Surabaya, yang menceritakan kondisi miris si 'beruang kuning.' Mendengar siaran di radio ini, Kepala Dinsosnaker Kabupaten Sidoarjo perintahkan petugas Liponsos membawa Suaedi dan merawatnya hingga sembuh.Saat dibawa, seorang perempuan bernama Karsih berlari menghampiri petugas, berharap agar Suaedi tidak dibawa. Karsih sebenarnya istri ketujuh Suaedi. Dia selalu mengawasi gerak-gerik Suaedi dari jauh. Dalam tasnya, Karsih membawa dua pakaian badut."Saat suaminya kita bawa, dia berlari mendatangi kita. Dia mengaku anak Suaedi. Tapi setelah kita desak, Karsih akhirnya mengaku istri ketujuh Suaedi," ucap Dayat.

Rekomendasi