Menyusul klarifikasi dari Istana terkait dengan kesalahan tempat lahir Soekarno yang diucapkan Presiden Jokowi dalam pidatonya, Anggota DPR RI Fadli Zon mengatakan klarifikasi tersebut memang harus dilakukan. Terlebih lagi kesalahan tersebut menyangkut proklamator kemerdekaan Indonesia dan pendiri bangsa Indonesia.
Dalam pidatonya Jokowi menyebutkan bahwa tempat lahir Soekarno adalah di Blitar, namun sebenarnya Soekarno lahir di Surabaya.
"Saya kira bagus kalau sudah diklarifikasi, artinya ada satu koreksi, mudah-mudahan tidak terulang lagi," katanya seusai kunjungan di DPRD DIY, Jumat (5/6).
Menurutnya kesalahan tersebut sangat fatal. Bahkan dia sebagai bagian dari bangsa Indonesia merasa malu, sebab hal tersebut diucapkan oleh Presiden bukan oleh lurah.
"Bagaimana pun itu kan proklamator kita, pendiri bangsa, itu seperti George Washington salah tempat lahirnya di mana gitu. Malu dong kita sebagai bangsa. Kalau itu diucapkan oleh lurah nggak papa, tapi ini kan presiden," tambahnya.
Dia pun menilai perlu ada perbaikan di internal kepresidenan. Seharusnya, lanjut Fadli Zon, Mensesneg dalam hal ini Pratikno menjadi pintu akhir untuk memeriksa pidato Presiden sebelum dibacakan.
"Di masa lalu pidato Presiden itu harus melalui 3 sampai 4 saringan, ujungnya Mensesneg, Mensesneg harus berperan, jangan jadi pemain cadangan. Masa yang bermain staf khusus, setneg-nya mau dikemanakan?" tandasnya.