Taaruf, melatih manusia lawan jenis dalam beradaptasi

Satu-satunya tantangan terbesar bagi para individu yang melakukan taaruf, adalah rasa ikhlas dan sabar.

Mohammad Yudha Prasetya
Taaruf, melatih manusia lawan jenis dalam beradaptasi
Peserta taaruf. ©2015 merdeka.com/istimewa

Salah satu pembina dan konsultan di Komunitas Taaruf Membangun Umat (KTMU), Angga Suryanegara mengatakan, inti dari taaruf yang dilandasi niat baik dan rentang waktu yang cukup untuk saling mengenal, hanyalah masalah kemampuan 2 manusia untuk beradaptasi dengan baik.Dirinya menjelaskan, satu-satunya tantangan terbesar bagi para individu yang melakukan taaruf, adalah rasa ikhlas dan sabar dalam memahami dan menyelaraskan diri dengan calon pasangannya."Jadi yang terpenting dari menjalankan proses taaruf ini tuh kembali lagi ke kemampuan dasar manusia, yaitu proses adaptasi. Jadi nggak bisa tuh masing-masing calon pasangan berkehendak hanya untuk dimengerti, namun tidak mau mengerti," ujar Angga saat ditemui di kantor YBKB, Jalan Raya Tengah, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (28/5)."Kalau seperti itu, ya sampai kapan mau ketemunya? Bisa-bisa malah kayak orang pacaran, pakai emosi pakai ego," katanya menambahkan.Namun, Angga menjelaskan jika rentang waktu 6 bulan itu hanyalah saran dan harapan dari pihak KTMU, kepada para peserta taaruf yang dibimbingnya. Sebab, proses taaruf ini memang dirancang bagi mereka yang sudah ingin sesegera mungkin menikah, tanpa harus menabrak sejumlah aturan dan larangan berbau syariah."Jadi kita hanya membantu dalam proses menuju ke pernikahan saja. Kalau mengenai kapan mereka mau akad dan bagaimana segala macamnya, itu biasanya mereka yang urus. Kita hanya kasih info berdasarkan pengalaman yang telah kita lalui sebelumnya saja," ujar Angga."Bahkan banyak juga yang daftar ikut taaruf itu masih berstatus mahasiswa. Makanya kan kita adakan dulu sesi wawancara di awal, untuk melihat keseriusannya. Apakah ingin segera atau nanti-nanti saja. Kalau misalnya dia mau cepat, ya kita juga carikan yang satu visi. Tapi kalau mau nanti-nanti saja, ya kita silaturahim aja dulu ikut kegiatan-kegiatan yang ada di yayasan ini, nggak langsung dipertemukan dengan yang mana yang akan jadi calon pasangannya kelak," pungkasnya.

Rekomendasi