Peringatan Isra Miraj di Istana Negara pada Jumat (15/5) lalu menyisakan cerita kontroversi. Qori Muhammad Yasser Arafat yang juga dosen UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta melantunkan ayat suci Alquran dengan langgam Jawa. Dengan langgam Jawa dia membacakan Surah An Najm ayat 1-15 di hadapan Presiden Jokowi, para menteri Kabinet Kerja, pejabat negara dan tamu undangan negara sahabat. Video bacaan Alquran itu menjadi perbincangan di kalangan pengguna media sosial hingga perdebatan keras. Selama ini, langgam atau irama dalam membaca Alquran yang lazim digunakan terpengaruh dari timur tengah. Namun sebenarnya, membaca Alquran sesuai tuntunan nabi adalah wajib sesuai dengan ilmu tajwid.Belum usai soal polemik soal langgam Jawa, kini muncul pembacaan Alquran dengan langgam seperti menyanyi seriosa. Hal tersebut seperti terlihat dalam video yang berjudul 'Membaca al Qur'an seperti menyanyi seriosa' yang diunggah ke YouTube.Seperti dikutip merdeka.com, Kamis (21/5), dalam video yang diunggah pada 24 Mei 2014 itu, tampak seorang lelaki melantunkan ayat Alquran surat Al-Hujurat ayat 13 dengan langgam seriosa. Saat membacakan ayat suci umat Islam itu, sang pria diiringi oleh musik orkestra dan paduan suara wanita.Tidak dijelaskan di mana pembacaan Alquran dilakukan, apakah di Indonesia atau di luar negeri. Pelantunan ayat suci dengan langgam seriosa ini kemudian menjadi perdebatan, apakah cara tersebut boleh dilakukan.Ini video pria lantunkan Alquran dengan langgam seriosa.
Selain langgam Jawa, ada yang lantunkan Alquran dengan cara seriosa
Selama ini, langgam atau irama dalam membaca Alquran yang lazim digunakan terpengaruh dari timur tengah.
Rekomendasi