RMZ (19) pelaku pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Eka Mayasari penjual angkringan di bawah jembatan Janti Yogyakarta mengaku tidak bermaksud membunuh Eka. Dia juga mengaku tidak memiliki niat jahat ketika mendatangi Eka di angkringannya."Sebenarnya saya tidak tega. Saya butuh uang untuk ketemu orangtua," katanya pada wartawan di Polda DIY, Kamis (21/5).Pelaku mengaku bermaksud meminjam uang sebesar Rp 10.000 kepada korban. Namun korban tidak memberi uang hanya menawarkan kopi gratis sebanyak dua gelas."Saya mau ngutang nggak dikasih, cuma dikasih kopi dua gelas. Saya terpaksa karena tidak ada teman lagi yang bisa dipinjami uang," ujarnya.Sementara itu Wadireskrimum Polda DIY, AKBP Djuhandhani Raharjo Puro mengatakan, pelaku berjanji akan mengembalikan uang tersebut segera setelah mengamen atau bekerja serabutan lainnya."Pelaku sempat bilang mau mengembalikan, dia mau ngamen dan kerja serabutan, setelah dapat uang dia berjanji akan mengembalikan," terangnya.Setelah itu pelaku justru terbutakan mata hatinya dan menghabisi korban dengan palu pemecah batu es. Pelaku mengaku khilaf setelah melihat sejumlah uang milik korban."Pelaku ingin menguasai uang milik korban, lalu saat lengah, korban dipukul dengan palu pemecah batu es, setelah itu korban di seret ke kamar," tandasnya.Sebelumnya Eka Mayasari ditemukan tak bernyawa pada 2 Mei 2015 lalu di kamar kosnya. Korban ditemukan dalam kondisi luka di belakang kepala dan memar di bagian wajah.
Butuh uang demi bertemu orangtua, pengamen nekat bunuh Eka
Dia mengaku sebenarnya tidak ada niat untuk membunuh korban.
Advertisement
Rekomendasi