Fungsikan sungai sebagai tempat wisata, Pemkot Surabaya, Jawa Timur gelar Festival Kalimas, Sabtu malam (16/5). Festival yang digelar hingga Minggu besok itu, merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kota Pahlawan yang ke 722.Dalam Festival Kalimas yang difokuskan di tiga titik, yaitu Taman Skatepark dan BMX, Taman Ekspresi dan Taman Prestasi itu, dibuka langsung oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Orang nomor satu di Kota Pahlawan ini, juga ikut mendayung perahu naga di Kalimas.Tujuan utama festival ini sendiri, untuk menghidupkan kembali fungsi sungai kebanggaan warga dan menjadi ikon Surabaya. Posisi Kalimas yang membelah kota membuat sungai ini menjadi 'denyut nadi' utama aktivitas hilir-mudik perahu kecil sejak zaman Majapahit hingga penjajahan Belanda.Meski tak lagi difungsikan sebagai rute kapal pengangkut komoditi, Kalimas hingga kini masih menyimpan nuansa historis yang kental.Pemkot Surabaya telah menjaga kebersihan Kalimas dari sampah, oleh karenanya, pemerintah setempat ingin memanfaatkan sungai yang pernah menjadi jalur perdagangan di masa Kerajaan Majapahit itu, dimanfaatkan sebagai identitas Kota Pahlawan.Pada Festival Kalimas sendiri, beberapa kegiatan digelar, seperti lomba dayung perahu naga serta hiburan musik di ketiga taman yang menjadi pusat kegiatan malam ini. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan pada malam hari.Untuk menambah kesan menarik, di sepanjang Kalimas mulai dari Monumen Kapal Selam (monkasel) sampai Taman Ekspresi (depan Hotel WETA) akan dihiasi lampion. Tata lampu juga sudah disiapkan agar pengunjung dapat melihat segala aktivitas di atas sungai dengan jelas.Ribuan pasang mata warga Kota Surabaya-pun, tak ingin melewatkan festival tersebut. Wali Kota Tri Rismaharini sendiri, juga ikut membaur langsung dengan 35 peserta Festival Kalimas. Ke 35 tim peserta lomba dayung itu, ada yang menggunakan perahu kecil, perahu naga, perahu dayung, perahu mesin serta perahu karet.Tak hanya itu, para peserta lomba juga menggunakan kostum unik dan bermacam-macam. Di atas perahu masing-masing, para peserta juga memperagakan antraksi sesuai dengan kostumnya masing-masing. Mulai dari peserta dengan kostum Dayak, bajak laut, Reog Ponorogo, Koarmatim, pakaian adat Madura (kaos motif garis-garis merah dan putih), pakaian kedokteran, serta berbagai kostum lainnya.Sementara Risma dengan pakaian hitamnya yang dipadu kerudung warna oranye, ikut menaiki perahu karet bersama perwakilan dari Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, serta didampingi beberapa anggota dewan dan perwakilan dinas."Untuk ke depan, kita akan mengadakan program restorasi sungai. Sungai-sungai di perkotaan harus bersih, sehat dan produktif," kata Dirjen Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum, Mujiadi dalam sambutannya.Dan setiap kota, lanjut dia, harus memiliki ikon sungai. "Kalimas ini sepertinya sudah layak dijadikan ikon Kota Surabaya. Melalui festival ini, diharapkan seluruh masyarakat bisa lebih peduli akan fungsi sungai, sehingga tidak membuang sampah sembarangan. Mari kita jaga sungai kalimas ini," sambungnya.Sementara itu, Risma yang juga diberi waktu untuk memberi sambutan, tidak terlalu banyak kata-kata. Alasannya, agar kegitan segera dimulai, karena waktu sudah cukup malam."Sejak dari tadi anak-anak sudah muter-muter (putar-putar) dan kecapean, jadi kita langsung saja," ucap Risma sembari menutupnya dengan ucapan terima kasih.Sekadar tahu, sebelum Festival Kalimas ini digelar malam ini, sebelumnya dalam kegitan peringatan HUT Kota Surabaya ke 722 ini, juga digelar Parade Budaya dan Pawai Bunga serta Festival Rujak Uleg.
Buka Festival Kalimas HUT Kota Surabaya, Risma dayung perahu naga
Tujuan utama festival ini sendiri, untuk menghidupkan kembali fungsi sungai kebanggaan warga dan menjadi ikon Surabaya.
Rekomendasi