Niat untuk bisa melanjutkan sekolah membuat Ni Nengah Balik (10), bocah kelas III SD bersama kakaknya Wayan Mika Pradnyana (12) yang kini duduk di kelas VI SD terpaksa menjual jagung keliling. Ironisnya hal itu dilakukan dengan penuh paksaan dan tindak kekerasan. "Bagaimana caranya jualan jagung harus habis. Kalau masih tersisa, kadang saya disuruh makan seluruh jagung yang tersisa, jagung mentah pak. Bukan jagung matang, kadang langsung dijambak dan saya harus bayar jagung yang tersisa itu," isak Nengah sambil sesenggukan di pinggir jalan bilangan Renon Denpasar, Bali, Jumat (15/5).Nengah dan kakaknya tidak hentinya menitipkan air mata saat bercerita tentang kisah hidupnya. Terlebih lagi saat cerita ketika hujan dan tak ada satu jagung pun yang laku terjual. "Saya disuruh berbasah kuyup, kalau banyak yang tak laku. Wajah ini sudah setahun sering dicakarin sama bos saya," aku Wayan menimpali.Wayan kini juga bingung, karena dirinya harus menghadapi UN Tingkat Sekolah Dasar. "Saya tidak pernah belajar Pak. Kalau belajar saya tak bisa sekolah, duit dari mana. Hanya jualan jagung saja," ucapnya lembut.Katanya semua hasil jualan diambil oleh bosnya. Ditanya siapa bosnya, katanya masih sepupunya sendiri. Hanya saja sepupunya itu lebih dewasa. "Kalau saya sejak kelas 2 SD kerja begini. Adik saya baru 2 tahun. Semua uang diambil sama bos saya, nanti kalau bayar sekolah sama makan baru minta, itu pun harus dimarahi dan dijambak dulu," ungkapnya yang mengaku kedua orang tuanya yang asal Karangasem juga tidak bekerja.Di Denpasar kedua bocah ini ditampung di Gang Rama Banjar Pekandelan, Kesiman. Di tempat inilah mereka tinggal bersama bosnya. "Itu rumah bos saya," imbuhnya. Bekas-bekas penyiksaan terhadap Ni Nengah tampak pada wajah, leher, dan tangannya yang penuh dengan bekas luka goresan. "Ini masih ada bekas cakaran," ujarnya sambil menunjukkan goresan pada wajah leher dan lengannya. Orangtuanya bukannya tidak tahu atas perlakuan yang diterima anak-anaknya itu. Akan tetapi, mereka tidak mempunyai keberanian melawan KR (bosnya) yang tidak lain masih merupakan keponakannya sendiri."Orangtua saya mana berani. Kami makan dan sekolah dari uangnya, tapi kami bekerja jualan jagung uangnya diambil semua," ucapnya lirih.
Miris, dua bocah adik kakak disiksa dan dipaksa jualan jagung
"Kalau masih tersisa, kadang saya disuruh makan seluruh jagung yang tersisa, jagung mentah pak," ujar Nengah terisak.
Rekomendasi