Seorang nenek asal Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang diperkirakan berusia 140 tahun, Ny Anami, akan mengikuti sayembara manusia tertua di dunia, di Rusia. Anami, warga Kampung Bungur Sarang, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, itu rencananya dicek secara medis untuk mengetahui usianya secara pasti.Rati, anak ketiga dari suami kedua dari Anami mengaku tidak akan memaksakan diri untuk mengikuti sayembara manusia tertua di dunia. "Semuanya (rencana mengikuti sayembara) akan diserahkan ke pemerintah daerah," katanya, di Purwakarta, Selasa (12/5).Tetapi sebelum diikutsertakan dalam sayembara, Anami perlu dites secara medis untuk mengetahui secara riil usianya. Saat ini, masih ditunggu hasil medis tersebut.Berikut kisah tentang nenek 140 tahun itu:
Advertisement
Nenek Anami senang terkenal di usia 140 tahun
Nenek Anami, wanita yang diperkirakan berumur 140 tahun mulai populer di tanah air. Namanya, menjadi sorotan media lantaran ingin ikut sayembara menjadi orang tertua di dunia.Kepada Merdeka.com, Nenek asal Kampung Bungur Sarang, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta itu mengaku senang atas popularitasnya saat ini."Senang bisa dikenal orang banyak, padahal sekarang udah tua tapi dikenal sama orang. Terimakasih, saya senang," kata Nenek Anami saat ditemui di rumahnya, Purwakarta, Rabu (13/5).Salah satu cucu dari Nenek Anami, menceritakan awal mula neneknya ramai diberitakan media. "Si ibu (anak dari nenek Anami) punya anak, anaknya punya temen dia wartawan, awalnya ke sini nanyain usia lemari yang ada di rumah. Tapi tiba-tiba nanyain umur si nenek, terus si nenek jawab 130 lebih," kata salah satu cucu Nenek Anami.Beberapa hari kemudian, lanjut dia, rumah Nenek Anami pun didatangi oleh beberapa media. Baik media cetak, online ataupun televisi berdatangan untuk melihat langsung Nenek Anami.
Advertisement
Nenek Anami kuat berjalan sejauh 1 kilometer
Nenek Anami, seorang perempuan diperkirakan berumur 140 tahun tinggal di Kampung Bungur Sarang, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta. Dengan umurnya lebih dari seabad, Anami masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari.Merdeka.com sempat menyambangi tempat tinggal sekaligus mencari tahu keadaan Nenek Anami. Ternyata dia masih mampu berkomunikasi dengan baik. Terbukti, dari cara dia menjawab semua pertanyaan."Sehat kalau sampai sekarang. Bersyukur masih bisa melihat sampai sekarang," kata Nenek Anami kepada merdeka.com, di rumahnya di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (13/5).Menurut pengakuan Nenek Anami, meski sudah tua, dia masih mampu melakukan kegiatan. Dia pun masih bisa beribadah dan berjalan sejauh kurang lebih satu kilometer."Saya masih bisa salat. Jalan juga sampai sekarang masih bisa kalau ke rumah cucu di bawah sana, lumayan jauh," ujar Nenek Anami.
Advertisement
Hidup sederhana dan selalu bekerja, cara Nenek Anami berumur panjang
Nenek Anami mengatakan rahasia supaya tetap sehat sampai saat ini ialah menjauhkan rasa iri dengki terhadap orang lain. Sekalipun orang benci terhadap dia, Nenek Anami tetap simpatik terhadap orang itu."Nenek mah akrab sama semua orang juga walaupun orang engga suka sama nenek," imbuh Nenek Anami.Kendati demikian, Nenek Anami pun mengakui kalau dia mulai merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya. Tetapi, dia mengaku sakit dialaminya tidak terlalu berat."Sakit pinggang, sakit kaki, sakit paha. Pusing juga kadang-kadang saya rasain," ujar Nenek Anami.Guna menghindari sakit itu, lanjut Nenek Anami, dia menyempatkan diri untuk melakukan berbagai aktivitas. "Iya setiap hari ada aja aktivitas," pungkasnya.
Advertisement
Nenek Anami kadang lupa rumah dan cicit
Saat ini, Nenek Anami hampir memiliki tujuh turunan. Dari keterangan anak maupun cucunya, Nenek Anami sudah mempunyai seorang udeg-udeg (keturunan keenam). Sebagian keturunan Nenek Anami tinggal di satu kampung."Anak 9, cucu 27, buyut 47, Bao 12, udeg-udeg 1," kata keluarga Nenek Anami saat ditemui merdeka.com di kediamannya di Purwakarta, Rabu (13/5).Lucunya, saking banyaknya keturunan, Nenek Anami harus mendapat penjelasan dari anak-anaknya untuk mengenalkan keturunannya tersebut. Jika sudah dijelaskan rentetan asal muasal orang itu, Nenek Anami pun mengamininya."Kalau dikasih tau ini anaknya si ini, ini anaknya si itu, si nenek baru inget," ujar salah satu anggota keluarga Nenek Anami.Rita, salah satu anak dari Nenek Anami mengatakan, hampir semua keturunan ibunya itu sering berkunjung. Pada perayaan hari besar (Lebaran), rumah didiami Nenek Anami akan disesaki oleh keluarga besarnya.Namun, dari sembilan anak Nenek Anami, hanya tiga masih hidup. Sementara anak Nenek Anami yang lain sudah meninggal dunia.Meski terbilang sehat, Nenek Anami sering mengalami sakit tua atau pikun. Menurut pengakuan anaknya, Nenek Anami sering lupa kalau dia sedang berada di rumahnya sendiri."Kadang-kadang si ibu suka lupa kalau dia lagi di rumahnya. Ngomong ke anaknya, 'ayo pulang ke rumah, enggak enak lama-lama di rumah orang.' Padahal mah ini teh rumahnya," kata Rita sambil tertawa menceritakan hal itu.Kendati demikian, jika Nenek Anami pergi ke rumah cucunya, lanjut Rita, dia tidak suka berlama-lama dan ingin bergegas pulang. Nenek Anami pun masih mampu mengingat jalan pulang ke rumahnya sendiri.
Advertisement
Pernah jadi kembang desa dan diselingkuhi suami
Nenek Anami, perempuan yang diperkirakan berumur 140 tahun semasa hidupnya sudah menikah empat kali. Nenek asal Kampung Bungur Sarang, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta ini merasa senang pernah membangun rumah tangga lebih dari sekali.Lucunya, saat ditanya bagaimana rasanya menikah empat kali, nenek Anami pun menjawab dengan pernyataan yang membuat seisi rumah tertawa."Kawin empat kali. (Rasanya) Yah enak atuh ngerasain yang gimana aja," kata Nenek Anami kepada merdeka.com saat ditemui di kediamannya, Jakarta, Rabu (13/5).Nenek Anami masih mengingat empat nama suaminya tersebut. Namun, keempat suaminya itu sudah meninggal dua. "Ki Ahlan, Ki Supri, Ki Ingkit sama Haji Masum," ujarnya.Lebih jauh, Nenek Anami menceritakan apa yang dialaminya sewaktu suwaktu berumah tangga. Nenek Anami mengaku pernah dimadu oleh salah satu suaminya.Bahkan, satu dari keempat suaminya itu doyan berselingkuh. Tapi, Nenek Anami sabar dan tidak pernah merasa dendam terhadap suaminya tersebut."Saya punya suami nakal sama perempuan lain (istri muda), saya engga pernah marah. Sabar walaupun setiap pengkolan ada aja selingkuhannya," akunyaSelain itu, Nenek Anami pun mengungkapkan hal yang mengejutkan. Orang-orang yang berada di rumahnya kembali dibuat tertawa sewaktu dia mengaku dulunya merupakan wanita yang diperebutkan oleh pria di kampungnya."Banyak yang suka dulu sama saya, mereka sampai berebutan pengen dapetin saya," ucap Nenek Anami yang disambut tawa dari pengunjung rumah.