Kasus pembunuhan Yulita Wilandari (33) akhirnya terungkap. Polisi langsung bergerak cepat dan menangkap pelaku.Polisi dari Jajaran Sat Reskrim Polresta Solo menangkap Nanang Aryanto (21). Usianya masih muda. Pelaku ditangkap di Dusun Sungkruk RT 01/RW 07 Desa Ngrandak, Kecamatan Toroh, Grobogan, Jawa Tengah. Penangkapan dilakukan pukul 16.45 WIB saat pelaku sedang menyaksikan bola voli di lapangan desa setempat."Dengan hitungan 15 jam kami tangkap pelaku. Jadi pelaku ini melarikan diri ke Grobogan. Saat kami tangkap dia sedang nonton voli di lapangan. Setelah kami tangkap dia dibawa ke Polresta Solo," ujar Kapolresta Solo, Kombespol Ahmad Lutfi, saat gelar perkara, di Mapolresta Solo, Rabu (6/5) kemarin.Saat penangkapan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa sebuah handphone Evercross warna hitam dan putih, sepeda motor Yamaha Zupiter AD 2711 T, STNK, pisau lipat, slayer dan celana panjang."Tersangka akan kita kenakan pasal 340 KUHP jo 338 KUHP jo 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup," pungkasnya.Mengenal lewat FacebookTernyata Yulita berkenalan dengan Nanang lewat Facebook. Baru 2 minggu berkenalan mereka sudah menyatakan jadian alias pacaran.Keduanya lantas kopdar alias menggelar pertemuan di Solo. Nanang yang warga Grobogan datang ke Solo dengan menumpang sebuah bus menuju Terminal Tirtodadi Solo. Di sana Yulita telah siap menjemput sang arjuna untuk berkeliling kota Bengawan. Keduanya mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter warna hijau milik Yulita, berkeliling kota.Lelah berkeliling kota keduanya mencari tempat beristirahat. Di sekitar Stasiun Solo Balapan, mereka bertanya, hotel mana yang bisa disinggahi. Hingga akhirnya mereka singgah dan memadu kasih di Hotel Setia Kawan, kamar nomor 1."Usai memadu kasih, Yulita menerima telepon dari seorang lelaki lain. Saat menerima telepon tersebut, Yulita terlihat mesra. Darah muda Nanang pun terbakar api cinta, dan meminta melihat handphone Yulita. Setelah itu percekcokan pun terjadi," ujar Kasubag Humas Polresta Solo, AKP Sis Raniwati.Usai percekcokan mulut tersebut, lanjut Sis, sebenarnya pihak hotel dan warga sempat melerai. Namun karena Nanang berdalih itu urusan rumah tangga, maka warga pun tak bisa berbuat banyak. Tak lama kemudian Nanang keluar kamar hotel dan melarikan diri. Saat dilihat di kamar, Yulita sudah meninggal dengan belasan tusukan pisau lipat."Perbuatan tersangka dilatarbelakangi rasa cemburu dengan korban. Karena korban mempunyai pacar lagi. Dengan alasan akan diberikan surprise korban diminta menutup mata. Namun bukan hadiah yang diterima, melainkan pada hitungan ke tujuh korban ditusuk berkali-kali. Kemudian leher korban diikat dengan sprei hingga tewas," jelas Sis Raniwati.Sementara itu kepada wartawan Nanang mengakui mengenal korban melalui aku Facebook. Dalam media sosial tersebut dia menggunakan nama Ome Rehan, sementara kekasihnya tetap menggunakan nama yang sama Yulita Wulandari."Saya baru kenal dia dua minggu lalu. Saya cemburu dia punya kekasih lain," katanya.
Cerita pembunuhan sadis Yulita dihabisi usai kencan pertama
Pelaku dalam hitungan 15 jam ditangkap.
Rekomendasi