Beberapa hari lalu warga Yogyakarta dihebohkan dengan penemuan mayat wanita beserta bayi yang baru dilahirkannya di kamar indekos. Kini hal serupa kembali terjadi di Yogyakarta, jenazah wanita ditemukan bersimbah darah di kamar indekos dalam kondisi bugil.Wanita yang diketahui bernama Eka Mayasari (27) tersebut diduga tewas dibunuh. Selain itu, menilik dari kondisi saat ditemukan dia juga diduga korban pemerkosaan. Alumnus D3 Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, dikenal sebagai seorang penjual angkringan di wilayah tempat tinggalnya Desa Karangjambe, Janti, Banguntapan, Bantul.Di mata warga, Eka dikenal ramah dan taat beribadah. Tak hanya itu, anak kedua dari tiga bersaudara itu gadis yang mandiri dan pekerja keras. Terbukti dari usahanya membuka warung angkringan yang dia beri nama 'Angkringan Janti'.Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menimpa gadis cantik itu.Berikut cerita Eka Mayasari penjual angkringan cantik yang tewas bugil di kamar indekos:
Advertisement
Tewas dalam kondisi bugil, Eka ditemukan pertama kali oleh sang adik
Eka Mayasari gadis cantik penjual angkringan ditemukan tak bernyawa dengan beberapa luka memar di bagian leher di kamar indekosnya.Korban pertama kali ditemukan oleh Fandi Indrajaya (18) adik korban. Saat ditemukan, korban dalam keadaan telanjang di indekosnya. Diduga korban diperkosa sebelum akhirnya dibunuh.Menurut pemilik indekos, Andriyanto setelah mengetahui hal tersebut Fandi melaporkan kejadian tersebut padanya, setelah itu dia melapor ke polisi."Kalau yang pertama tahu itu adik korban. Dia bilang kakaknya diperkosa, setelah itu saya langsung lapor polisi," kata Andriyanto saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (4/5).Menurutnya, saat itu tidak ada kejadian yang mencurigakan di kamar indekos korban. Andri yang juga tinggal bersebelahan dengan indekos korban pun merasa kaget, ketika mengetahui itu."Enggak nyangka ada kejadian begini, waktu siangnya saya sempat lihat pintu kamarnya kebuka, saya kira cuma bersih-bersih," ujarnya.
Advertisement
Penjual angkringan cantik seorang mualaf, tewas berselimut sajadah
Eka Mayasari, wanita cantik penjual angkringan ditemukan tewas dengan kondisi bugil dan luka lebam di kamar kosnya. Nama wanita umur 27 tahun ini pernah tercantum dalam Mualaf Center Indonesia di Yogyakarta, lembaga pendamping para mualaf."Iya dia (Eka) mualaf. (Di Mualaf Center) kalau aktif banget enggak, cuma dia tercantum di Mualaf Center," kata Sekjen Mualaf Center Indonesia di Yogyakarta Muhammad Amrullya Mustafid saat dihubungi merdeka.com, Senin (4/5).Menurut Amrullya, sesaat setelah mendengar kabar tewasnya Eka, Mualaf Center mengecek ke indekos korban yang berada di Desa Karangjambe, Janti, Banguntapan, Bantul. Sampai di sana, jenazah korban ditutupi sajadah."Waktu kejadian teman-teman kami investigasi. Korban dalam keadaan telanjang, lalu ditutupi sajadah. Korban meninggal dengan luka lebam," lanjutnya.Eka masuk Islam tidak lepas dari peran Hamka Darwis, ormas yang berafiliasi dengan salah satu partai politik. Amrullya menceritakan, Eka masuk Islam atas bimbingan Dewan Syuro Hamka Darwis."Yang mensyahadatkan Dewan Syuro Laskar Darwis. Hamka Daris yang lebih tahu dari sebelum mualaf hingga mualaf, Darwis lebih tahu," lanjutnya.Jenazah korban dikebumikan di TKP Pedak, Karangbendo, Banguntapan, Minggu (3/5).
Advertisement
Eka Mayasari ternyata anggota ormas Hamka Darwis
Eka Mayasari (27) seorang penjual angkringan korban pembunuhan di kos nya di Karangjambe, Banguntapan, Bantul rupanya merupakan anggota ormas Laskar Islam Hamka Darwis. Hal tersebut terungkap dari broadcast BBM yang menyebar dengan mengatasnamakan Umat Islam Jogjakarta.Dalam pesan tersebut dibuka identitas Eka yang merupakan seorang mualaf dan juga anggota ormas Hamka Darwis. Tidak hanya membuka identitas Eka, broadcast tersebut juga mengajak ormas Islam di Yogyakarta untuk mencari pelaku pembunuhan dan mengeksekusinya sebelum ditemukan oleh pihak kepolisian."KEPADA SEMUA LASKAR DAN ORMAS ISLAM DIHARAP DENGAN SUNGGUH SUNGGUH MENCARI INFORMASI TENTANG PEMBUNUHAN BIADAB EKA MAYA SARI, SEORANG MUALAF DAN ANGGOTA LASKAR ISLAM "HAMKA DARWIS", KERAHKAN SEMUA DAYA DAN UPAYA YANG KITA PUNYA, KITA HARUS TEMUKAN PELAKUNYA DAN EKSEKUSI SEBELUM DITEMUKAN APARAT!" tulisan pesan singkat tersebut.Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bantul AKBP Dadiyo meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan penyelesaian kasus tersebut kepada polisi."Kami berharap masyarakat tetap tenang, biar kami nanti yang bekerja menangkap pelakunya," ungkapnya.Sementara itu terkait perkembangan kasus, sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil autopsi tubuh korban. Pihak kepolisian pun masih mengembangkan kasus dan mencari siapa pelaku pembunuhan Eka Mayasari"Kita masih menunggu hasil autopsi, dan masih mendalami kasusnya," tandasnya.
Advertisement
Ini status terakhir Eka Mayasari, beberapa hari sebelum tewas
Eka Mayasari (27), penjual angkringan yang juga mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM), ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya. Dari hasil visum sementara, ditemukan beberapa luka memar di bagian leher korban.Sebelum ditemukan tewas di dalam kamarnya, Eka sempat menulis status terakhirnya lewat situs mikroblogging Twitter miliknya. Status tersebut ditulisnya pada 25 April 2015 lalu sekitar pukul 04.29 WIB yang bernama Angkringan JANTI."Terperangkap dalam labirin tak berujung," seperti dikutip dari status Eka dalam akunnya bernama @maya_kittajima, Senin (4/5).Tepat 10 hari sebelumnya, Eka sempat memamerkan hasil pemeriksaan laboratorium dari sebuah RS di Yogyakarta. Meski demikian, dia tak menjelaskan perihal penyakit yang diidapnya.Seperti diketahui, Warga Desa Karangjambe, Janti, Banguntapan, Bantul digegerkan dengan tewasnya Eka, Sabtu (2/5) sore. Korban pertama kali ditemukan oleh Fandi Indrajaya (18) adik korban. Saat ditemukan, korban dalam keadaan telanjang di indekosnya. Diduga korban diperkosa sebelum akhirnya dibunuh.