Sering banjir, ratusan KK di Solo akan direlokasi

"Ada 200 keluarga di kawasan Minapadi dan 300 di bantaran Kali Gajah Putih yang akan kita relokasi," kata Rudy.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Sering banjir, ratusan KK di Solo akan direlokasi
Dua sungai meluap 2 kecamatan di Kabupaten Demak terendam banjir. ©2015 Merdeka.com

Banjir bandang yang terjadi di wilayah Solo Utara belum lama ini, membuat Pemerintah Kota (pemkot) setempat berencana merelokasi warganya. Ratusan kepala keluarga (KK) yang tinggal di sekitar bantaran Kali Gajah Putih dan kawasan Minapadi, Solo segera dipindahkan.Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan, pemindahan ratusan KK tersebut juga terkait rencana pembangunan embung atau tandon (polder penampungan air) di Kali Anyar, serta penataan kawasan bendung karet Tirtonadi pada 2016 mendatang."Kita akan membangun embung atau tandon air di kawasan Tirtonadi tepatnya di pertemuan Kali Gajah Putih dengan Kali Pepe. Embung itu nantinya juga akan kita fungsi untuk menampung air dan wisata air, sehingga Kota Solo akan bebas dari banjir," ujar Rudy kepada wartawan, Senin (27/4).Menurut Rudy, nantinya Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang akan merestorasi bendung karet Tirtonadi. Pihaknya masih menyusun rencana relokasi untuk warga yang akan terkena dampak pembangunan embung itu.Rudy menambahkan, pembangunan embung nantinya akan menggunakan APBN dan APBD Jawa Tengah sebesar Rp 12,5 miliar. Pemkot Solo hanya membantu menyelesaikan pembebasan tanah warga bantaran."Ada 200 keluarga di kawasan Minapadi dan 300 di bantaran Kali Gajah Putih yang akan kita relokasi," imbuhnya.Rudy mengaku, saat ini masih menyiapkan lahan dan dana untuk pembebasan tanah. Dia berharap awal tahun 2016, pembebasan tanah bisa dilakukan."Sebelum relokasi, kami bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan melakukan normalisasi Kali Anyar, serta pembangunan pintu air di Kali Anyar untuk mengantisipasi bencana banjir di kawasan Kota Solo bagian Utara," pungkasnya.

Rekomendasi