Christina Widiantarti kuasa hukum Rodrigo Gularte (Brasil) kecewa terhadap Kejaksaan Agung yang tetap melaksanakan eksekusi mati terhadap kliennya. Padahal terpidana mati asal Brasil itu sedang mengalami sakit kejiwaan."Sampai detik tadi Rodrigo sangat marah, dia tak menyangka. Semua orang tahu dia sedang sakit jiwa," kata Christina di Dermaga Wijayapura Cilacap usai memperoleh notifikasi pelaksanaan eksekusi mati, Sabtu (25/4) malam.Menurut dia, Rodrigo menerima notifikasi nomor sembilan atau yang terakhir. Terpidana mati asal Prancis Serge Areski Atlaoui belum menerima notifikasi lantaran masih dalam proses hukum.Pengacara Rodrigo memastikan keadaan kliennya mengalami sakit jiwa. Sebab pihaknya mendapatkan bukti-bukti dari Brasil yang menyebutkan Rodrigo sakit jiwa sejak tahun 1982 lalu."Ada beberapa bukti kami sampaikan. Kami ingin Kejaksaan kembali respek," katanya.Selain itu, kata dia, ada dokumen asli yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris yang dilegalisasi di Kedutaan. "Kami hanya minta itu saja. Untuk menghargai upaya hukum dan menunda pemaksaan eksekusi mati," katanya.Sementara di kesempatan yang sama, Afif Abdul Qoyim anggota tim advokasi dari LBH Masyarakat menambahkan, Rodrigo Gularte pernah masuk rumah sakit jiwa di Paraguay. "Harusnya orang sakit jiwa tak bisa dihukum. Ini malah mau dieksekusi kan aneh," ujarnya.Menurut dia, sidang perdana pengajuan pengampunan digelar pada 6 Mei mendatang. Sidang tersebut, pihaknya meminta sepupu Rodrigo, Angelita Aparecida Muxfeldt diundang untuk mewakili kepentingan atau tindakan hukum yang dilakukan atas nama Rodrigo."Senin besok kami lakukan upaya hukum luar biasa ke Pengadilan Negeri Tangerang. Satu buktinya sudah diregister Pengadilan Negeri Cilacap. Sidang perdana tanggal 6 Mei 2015. Kita tak mau berspekulasi mau dieksekusi atau tidak. Apapun upaya yang bisa kita lakukan, akan kami lakukan," katanya."Tanggal 29 Maret tim advokasi mengajukan permohonan kepada Jaksa Agung tapi tak digubris sampai detik ini," tutupnya.
Dinyatakan gila, Rodrigo Gularte bakal dieksekusi paling terakhir
"Sampai detik tadi Rodrigo sangat marah, dia tak menyangka. Semua orang tahu dia sedang sakit jiwa," kata Christina.
Rekomendasi