Divine Production sudah minta maaf, SMA 44 tetap tempuh jalur hukum

Pihak sekolah mengaku sudah dirugikan karena namanya dimasukkan sebagai pendukung acara.

Marselinus Gual
Oleh Marselinus Gual - Reporter
Divine Production sudah minta maaf, SMA 44 tetap tempuh jalur hukum
Undangan pesta bikini anak SMA. ©2015 Merdeka.com

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA 44, Suwarto menyatakan, pesta perpisahan bertajuk 'Splash After Class' yang digelar Divine Production telah merugikan nama sekolah. Apalagi, nama SMA 44 dicatut dan dimasukkan sebagai bagian dari pool party di sebuah hotel berbintang lima tersebut."SMA 44 Jakarta sama sekali sekali tidak terlibat. Kami sudah cek, murid-murid bilang mereka tidak tahu dan tidak ikut. Kami merasa dirugikan karena dicatut dalam undangan itu," terang Suwarto begitu tiba di Gedung Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta, Jumat (24/4).Dia menambahkan, meski sudah menerima surat permohonan maaf dari Divine Production, selaku penyelenggara acara tersebut, namun sekolah tetap akan menempuh jalur hukum."Kami sudah terima surat permohonan maaf mereka. Sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, kami maafkan mereka. Namun karena merasa dirugikan oleh undangan itu, kami akan laporkan pada pihak yang berwajib," pungkas Suwarto.Seperti diberitakan sebelumnya, di media sosial tersebar undangan acara pesta bikini bertema "Splash After Class". Dalam undangan tersebut tercantum jenis pakaian yang digunakan peserta adalah bikini summer dress.Acara akan diselenggarakan pada 25 April 2015 di The Media Hotel & Towers di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta. Penyelenggara mengklaim bahwa acara tersebut didukung beberapa sekolah di Ibu Kota, di antaranya SMA 8 Bekasi, SMA 12 Jakarta, SMA 14 Jakarta, SMA 38 Jakarta, SMA 50 Jakarta, SMA 24 Jakarta, SMK Musik BSD, SMA 109 Jakarta, SMA 53 Jakarta, SMA Muhammadiyah Rawamangun, SMA 44 Jakarta, SMA Alkamal, SMA 29 Jakarta, SMA 26 Jakarta, dan SMA 31 Jakarta.

Rekomendasi