Salah dalam bertutur kata sering kali jadi bumerang buat seseorang. Sebab, jika kata-kata tersebut menyinggung perasaan orang lain itu akan membuat sakit hati.Seperti peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi, akibat sakit hati dengan suatu perkataan orang bisa melakukan tindakan kriminal seperti membunuh. Kejadian yang masih hangat menjadi perbincangan ialah kasus Deudeuh Alfisahrin, PSK yang tewas dibunuh pelanggannya karena telah membuat sakit hati dengan ucapannya.Deudeuh berkata jika pelanggannya tersebut bau badan dan dekil. Bak pisau belati kata itu yang membuat pelaku gelap mata dan menghabisi nyawa Deudeuh.Dan hal serupa kembali terjadi, seorang buruh bangunan membunuh pasangan kumpul kebonya karena kerap dihina berpenghasilan kecil. Tidak terima terus menerus dikucilkan seperti itu pelaku bernama Samiran tersebut membunuh kekasihnya dengan cara dicekik.Berikut cerita Samiran yang habisi pasangannya karena sering dihina:
Advertisement
Kasus pembunuhan yang dilakukan Samiran (38) terjadi pada 22 Maret 2015 lalu itu sempat menggegerkan warga. Dia membunuh pacarnya bernama Wagirah (35) di Gang Sepakat No 77, RT 4 RW 2, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.Awalnya, warga menemukan korban tewas dengan penuh luka di rumah kontrakannya. Temuan itu bermula ketika seorang warga mendapatkan informasi bahwa tukang urut panggilan tersebut tak bisa dihubungi. Namun, setelah dicek, korban sudah tewas.Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, korban dihabisi pada 22 Maret lalu sekitar pukul 02.00 WIB. Korban dipukul menggunakan cangkul di kepala hingga tak sadarkan diri."Setelah dipukul, korban dicekik hingga meninggal. Usai membunuh, pelaku langsung melarikan diri," kata Rudi, Selasa (21/4).Dia mengatakan, korban dan pelaku merupakan pasangan kumpul kebo. Pelaku tersinggung, lantaran kerap dihina, karena penghasilan sebagai buruh bangunan lebih kecil dibanding penghasilan menjadi tukang pijat. "Pelaku emosi," katanya.Selain itu, pelaku juga mengaku dikhianati cintanya hingga empat kali. Padahal, selama tiga kali korban ketahuan selingkuh, pelaku memaafkan. Namun, yang ke empat kali pelaku gelap mata. "Saya sayang sama dia," kata tersangka.Tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Pondok Gede, Kota Bekasi. Dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara 20 tahun penjara.
Advertisement
Kepada wartawan, tersangka mengaku gelap mata. Sebab, pria asal Cilacap, Jawa Tengah itu, mengaku kerap dihina karena penghasilannya kecil dibanding pasangannya. Yang membuat pelaku lebih kalap, pelaku diselingkuhi hingga empat kali."Saya sayang mas sama dia, sayangnya enggak bisa diungkap dengan kata-kata," kata tersangka Samiran di Polresta Bekasi Kota, Selasa (21/4).Samiran mengatakan sudah menjalin hubungan dengan korban yang merupakan tukang urut panggilan lebih dari setahun. Selama itu pula dia tinggal serumah di kontrakan Gang Sepakat RT 2 RW 7, Kelurahan/Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.Samiran mengaku selama menjalin hubungan dengan kekasihnya itu, sudah tiga kali diselingkuhi. Namun dia memaafkan. Bahkan, kata dia, Wagirah berjanji tidak akan bercinta kembali dengan orang lain."Tapi dia kembali melakukannya, saya menjadi kesal," katanya
Advertisement
Selama satu tahun lebih Samiran dan Wagirah tinggal bersama di kontrakan Gang Sepakat RT 2 RW 7, Kelurahan/Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Samiran merupakan duda, dia sudah bercerai dengan istrinya sebelum mengenal Wagirah.Namun berbeda dengan pacarnya itu, Wagirah masih memiliki seorang suami. Akan tetapi dia meninggalkan suaminya lantaran sudah tidak mencintainya lagi."Saya sudah cerai dengan istri. Kalau dia (korban) masih bersuami, tapi suaminya ditinggalkan karena dia (korban) sudah tidak suka. Saya enggak tahu di mana suaminya," kata Samiran.Korban pun bekerja sebagai tukang urut panggilan yang berpenghasilan cukup lumayan dari pada Samiran. Oleh karena itu Samiran sering kali dihina karena memiliki upah lebih kecil dibanding korban. Akibat hinaan tersebut Samiran tak kuasa membendung emosi dan akhirnya membunuh Wagirah."Saya menjadi gelap, akhirnya saya melakukan itu (membunuh)," kata dia.
Advertisement
Samiran (38) sempat ingin bunuh diri setelah membunuh pasangan kumpul kebonya, Wagirah (35) di rumah kontrakannya, Gang Sepakat RT 2 RW 7, Kelurahan/Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi pada 22 Maret 2015."Tersangka menyayat urat nadinya dengan pisau, tapi tidak sampai meninggal," kata Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Rudi Setiawan, Selasa (21/04).Selain menyayat, tersangka juga sempat ingin gantung diri, dengan menyiapkan tambang plastik. Namun, tersangka mengurungkan niatnya tersebut, dan memilih melarikan diri."Karena saking cintanya, makanya ingin mati bersama," kata Rudi.Rudi mengatakan, setelah tersangka melarikan diri, polisi baru mendapatkan laporan. Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan, dan menangkap tersangka di Depok, Jawa Barat kemarin malam."Sebelumnya dia lari ke rumah kerabatnya di Lampung Timur," katanya.Seperti diketahui, Samiran membunuh pasangan kumpul kebonya karena sering dihina dan diselingkuhi. Karena itu, pelaku menjadi kalap lalu menghabisi nyawa tukang urut panggilan tersebut.Adapun modusnya, yaitu memukul korban dengan cangkul ketika tidur pulas. Tak hanya itu, korban juga dicekik lehernya hingga tewas. Jasad korban ditemukan esok harinya oleh warga setempat.Tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Pondok Gede, Kota Bekasi. Dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara 20 tahun penjara. Barang bukti diamankan antara lain, cangkul, kabel, uang Rp 200 ribu, tambang, dan pisau.