Pemprov Jatim pesimis bisa pulangkan pengungsi Syiah Sampang

Pemprov Jawa Timur kini tengah menyusun berbagai program untuk membantu sekitar 200 lebih para pengungsi Syiah Sampang.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Pemprov Jatim pesimis bisa pulangkan pengungsi Syiah Sampang
Pengungsi Syiah di Sidoarjo. ©2013 Merdeka.com

Pemprov Jawa Timur akhirnya menyerah. Mereka mengaku pesimis bisa mengembalikan pengungsi Syiah, yang saat ini ditampung di Rusun Jemundo, Sidoarjo ke kampung halamannya, Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang, Madura.Terlebih lagi, berbagai upaya mediasi yang dilakukan pemerintah pasca-konflik berdarah itu pecah di Sampang Tahun 2012 lalu, hingga saat ini, selalu menemui jalan buntu."Kita tidak lagi fokus pada pemulangannya. Saat ini, kami mengusahakan, bagaimana para pengungsi ini bisa kembali hidup normal di tengah-tengah masyarakat," terang Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jawa Timur, Hizbul Wathon, Senin (20/4).Pemprov Jawa Timur juga tengah menyusun berbagai program untuk membantu sekitar 200 lebih para pengungsi Syiah Sampang, yang saat ini masih bertahan di Rusun Jemundo. Hizbul mengaku, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengajak para pengungsi rekreasi ke makam Wali Songo. Tujuan wisata religi ini, agar para pengungsi bisa refreshing. Sebab, selama tiga tahun berada di pengungsian, mereka dicekam rasa takut."Kita ajak mereka ziarah Wali Songo, ini bukan masalah keyakinan, tapi murni agar mereka lebih rileks, bisa mengusir jenuh selama tiga tahun di pengungsian. Dengan sentuhan-sentuhan kemanusiaan seperti ini, mungkin mereka bisa lebih terbuka dengan lingkungan luar," kata Hizbul.Tak hanya berwisata religi, para pengungsi juga akan diberikan bantuan modal agar bisa mandiri dari sisi ekonomi. Bantuan itu akan diberikan Dinas Koperasi dan UMKM, Bapenas, Dinsos serta Disnaker."Selama ini, para pengungsi hanya mengandalkan bantuan jatah hidup dari pemerintah dan mendapatkan pekerjaan seadanya dari para pedagang Pasar Jemundo. Dengan bantuan modal ini, diharapkan bisa lebih mandiri," pungkas Hizbul.Sekadar tahu, di Tahun 2012 lalu, konflik Sunni-Syiah di Sampang, Madura pecah. Bentrok berdarah itu, mengakibatkan rumah-rumah terbakar, dan beberapa orang tewas.Pasca-bentrokan, ratusan warga Syiah terusir dari kampung halaman mereka. Sebelum dipindah ke Rusun Jemundo, Sidoarjo, para pengungsi Syiah sempat ditampung di GOR Sampang.

Rekomendasi