Penyusup pesawat Garuda, Mario Steven Ambarita (21), segera menjalani tes kejiwaan. Upaya itu dilakukan untuk mengetahui pasti motivasi pemuda ini nekat terbang dengan bersembunyi di rongga roda pesawat."Motif ini yang perlu didalami secara pasti. Secara pribadi, saya belum menemukan motif yang pasti mengenai perbuatannya, meskipun dia sempat bicara masalah politik ekonomi," kata Kepala Otoritas Bandara Wilayah II di Medan M Nasir Usman saat dihubungi merdeka.com, Senin (20/4) pagi.Mario rencananya akan menjalani tes kejiwaan di Pekanbaru besok. Begitupun, Nasir yang terus menemani Mario mengaku mendapat kesan dari perbincangannya dengan pemuda itu. "Ini pendapat saya pribadi ya, sepertinya dia memiliki cita-cita yang tinggi tapi mohon maaf terkendala ekonomi keluarganya," jelasnya.Nasir memaparkan, Mario sangat kagum dengan dunia penerbangan. Dia juga mengaku senang melihat pesawat, makanya suka berada di bandara.Selain itu, Mario juga sangat tertarik mendengar cerita tentang kedirgantaraan. "Saya kasih tahu dia tentang seorang pilot yang punya tanggung jawab besar," sambung Nasir.Mario, pemuda asal Bagan Batu, Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau menjadi perhatian setelah dia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng belum lama ini. Dia kedapatan menyusup ke rongga roda pesawat Garuda Indonesia GA 177 dan ikut terbang dari Pekanbaru, Riau. Di tengah proses penyidikan, dia kabur dari rumahnya pada Jumat (17/4) dinihari. Minggu (19/4) sore, dia kembali ditangkap petugas di Bandara Kualanamu.
Penyusup roda pesawat Garuda ngaku kagum dengan penerbangan
Itu pula yang jadi alasan Mario sering bermain di bandara.
Rekomendasi