Ayah Mario, Manahan Ambarita mengaku pasrah setelah putranya kembali ditangkap aparat berwenang saat berada di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara. Dia mengaku tidak tahu alasan Mario pergi ke bandara tersebut."Dia masih diproses di sana Pak, saya belum tahu banyak di sini," kata Manahan ditemui di Pekanbaru, Minggu (19/4) malam, seperti dilansir Antara.Mario kembali ditangkap sekitar pukul 18.00 WIB oleh pihak keamanan Bandara Kualanamu. Mario sendiri sempat melarikan diri dari rumahnya di di Desa Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir.Saat mengetahui putranya melarikan diri, Manahan sempat memperkirakan Mario akan menuju ke Medan atau Pekanbaru. Kini, Mahanan menanti hasil pemeriksaan anaknya di Medan. Dia juga menegaskan akan mengembalikan Mario ke penyidik pegawai negeri sipil Kementerian Perhubungan setibanya Mario ke Riau.Seperti diketahui, Mario diketahui bersembunyi di dalam rongga ban pesawat Garuda Indonesia setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Saat turun, kondisi Mario nampak lemah dan terhuyung-huyung. Dikabarkan telinganya mengeluarkan darah.Aksi Mario Steven Ambarita ini sempat membuat heboh publik, Selasa (7/4) lalu, sebab dia berhasil membobol keamanan ketat Bandara SSK II Pekanbaru untuk masuk ke ruang roda belakang pesawat Garuda Indonesia tujuan Jakarta. Mario sempat ditahan PPNS Kementerian Perhubungan di Pekanbaru, sebelum diserahkan kepada keluarganya karena ancaman hukuman yang diterima Mario di bawah lima tahun penjara.Namun, setelah dua hari bersama keluarganya, Mario dikabarkan hilang pada Jumat dini hari. Sebelum melarikan diri, Mario sempat meninggalkan sepucuk "surat cinta" kepada kedua orang tuanya.
Orangtua pasrah Mario ditangkap lagi oleh keamanan bandara
Mario tertangkap saat sedang menunggu Jokowi di Bandara Kualanamu.
Rekomendasi