Ancaman akan pembunuhan yang dialamatkan kepadanya sempat membuat Abby Luna, tenaga kerja wanita (tkw) asal Filipina mengurungkan niat untuk melaporkan perkosaan yang dialaminya dari anak sang majikan. Namun setelah tidak tahan tekanan batin, ia akhirnya memberanikan diri melaporkan kejadian yang dialaminya.Kisah kelam yang dialaminya tersebut dicurahkan Abby lewat sebuah video yang kemudian diunggah di Facebook. Dalam video tersebut, dengan berurai air mata, wanita berkulit putih tersebut menceritakan bagaimana perlakuan yang diterima majikannya yang orang Bahrain."Saya ingin meminta pertolongan karena putra majikan saya, dia telah memerkosa saya. . Dan saya memberitahukan majikan saya soal itu dan dia berkata kepada saya kenapa tidak segera memberi tahunya," ujar Abby lewat video yang diunggahnya pada Rabu (8/4).Selain diperkosa, Abby juga mendapat ancaman akan dibunuh dan mayatnya dibuang di gurun dari anak sang majikan. Sang majikan menyuruhnya untuk tutup mulut."Karena saya takut, setelah dia memerkosa, dia mengancam jika saya memberitahukan seseorang, dia akan membawa saya ke gurun, membunuh dan membuang saya di sana," ujarnya.Abby ternyata bukan tkw pertama yang meminta pertolongan lewat Facebook.
Advertisement
Abby bukanlah TKW asal Filipina pertama yang meminta pertolongan melalui media sosial. Sebelumnya, pada 2014, Sarrah Grace Suriaga, tkw Filipina yang bekerja di Arab Saudi juga meminta pertolongan lewat Facebook.Dalam video berdurasi satu menit tujuh detik tersebut, Sarrah mengaku telah mendapatkan perlakuan buruk oleh majikannya. Sang majikan juga tidak membawanya ke rumah sakit saat kondisi badannya memburukSaat Sarrah mengatakan ingin pulang ke Filipina, sang majikan tidak memperbolehkannya. Surat-surat identitasnya juga ditahan agar dirinya tidak bisa keluar dari Arab Saudi. "Tolong aku keluar dari sini."