Presiden Joko Widodo direncanakan melakukan mediasi perseteruan antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI JakartaPrasetioEdi Marsudi. Anggota DPRD DKI Fraksi Partai Gerindra, Prabowo Soenirmanmengatakan, pertemuan itu bukan atas digagas pihak legislatif."Pertemuan itu adalah pertemuan dalam kapasitas Pak Pras sebagai pribadi. Dia tidak boleh mengatasnamakan kita (DPRD)," ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (13/4).Prabowo menjelaskan, seharusnyaPrasetioharus berkoordinasi dulu dengan DPRD apabila inginmelakukan pertemuan semacam itu. Setidaknya, lanjut dia, jika pertemuan atas nama pribadi maka anggota dewan lainnya tidak menaruh curiga."Teman-teman dewan bisa mempertanyakan, seharusnya beliau koordinasi dulu dengan dewan. Namun, bila pertemuan itu atas nama pribadi, kami tidak bisa menghalangi," ujar Prabowo.Saat dikonfirmasi, Prasetio menyatakan pertemuan itu tidak terkait dengan permasalahan anggota legislatif lainnya. Menurut dia, gagasan pertemuan itu merupakan arahan diberikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri."Meneruskan arahan Ibu Megawati Soekarnoputri," kataPrasetiosaat dihubungi.Prasetyo menambahkan, pertemuan rencananya dilakukan hari ini batal terlaksana karena Jokowi memiliki agenda rapat kabinet. "Besok pagi saya diterima (oleh Jokowi)," tutup politikus PDI Perjuangan itu.
Prasetyo sebut ide Jokowi tengahi Ahok dan DPRD dari Megawati
Sejawat Prasetyo mengaku tidak keberatan asalkan pertemuan itu memang bersifat pribadi.
Rekomendasi