Kisah Aipda Beni, terus bertugas meski kehilangan kedua kaki

Beni tetap menjalankan tugas, tapi tak lagi turun ke lapangan.

Aryo Putranto Saptohutomo
Kisah Aipda Beni, terus bertugas meski kehilangan kedua kaki
Aipda Beni Hendrik Hernawan. ©2015 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Keterbatasan fisik bukan penghalang keadaan seseorang menjalani kegiatan saban hari. Berbekal tekad kuat, hambatan pun dilalui.Hal itu ditunjukkan oleh Aipda Beni Hendrik Hernawan. Meski mengalami keterbatasan fisik, dia tetap menjalankan tugas walau tanpa kedua kaki.Beni kini bertugas di bagian administrasi Unit Kecelakaan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bandung. Dia dipindahkan dari tugas lapangan lantaran kondisi memang tidak memungkinkan.Satu dekade sudah dilewati Beni buat beraktivitas menggunakan kursi rodanya. Tetapi tak ada keluhan meluncur darinya. Ada kisah mengapa Beni harus merelakan kedua kakinya itu.Masih terngiang di ingatan Beni tentang kejadian pilu merenggut kedua kakinya beberapa waktu lalu. Tepatnya 28 November 2005 silam. Pria kelahiran Bandung 28 Juni 1977 saat itu sedang bertugas di bagian Unit Kecelakaan Polres Bandung. Suatu saat sedang piket jaga pada malam hari, telepon kantornya berdering lantaran ada laporan kecelakaan roda empat di kawasan Nagreg."Saat itu sekitar pukul 23.00 WIB saya mendapatkan laporan warga ada TKP (tempat kejadian perkara) antara truk dan mobil Chevrolet yang terlibat kecelakaan. Akhirnya saya dan teman ke sana," kata Beni kepada merdeka.com.Pada malam itu kondisi cuaca hujan deras. Jalan pun minim penerangan sehingga membatasi jarak pandang. Saat tiba di lokasi, Beni berusaha melakukan pertolongan dan melakukan normalisasi jalur. Dia berusaha menderek kendaraan terlibat kecelakaan supaya tak mengganggu arus lalu lintas. Beni berdiri tepat di antara dua kendaraan yang terlibat tabrakan.


Tanpa diduga, sebuah bus pariwisata tujuan Solo-Jakarta melaju dengan kecepatan tinggi. Dia tidak menyadari ada kecelakaan di depan. Tak bisa mengelak, bus itu langsung menghajar bagian belakang truk terlibat kecelakaan. Otomatis truk terdorong dan menghantam tubuh Beni. Kakinya pun terhimpit di antara kendaraan."Saya mengalami luka parah, terutama di bagian kaki saya yang sudah remuk," ujar Beni.Situasi pun memburuk. Proses evakuasi kecelakaan pun terhambat akibat kejadian itu. Beni langsung mendapatkan pertolongan darurat guna menyelamatkan namanya. Dia dilarikan ke rumah sakit. Meski begitu, dia harus menghadapi kenyataan. Dalam hitungan kurang dari satu pekan, Beni harus mengambil keputusan sulit sebab dokter mengatakan tidak ada cara lain menyelamatkan nyawanya selain harus mengamputasi kaki terlanjur cedera berat."Saya dulu bingung sekali, karena saya harus bilang sama keluarga. Akhirnya satu minggu usai kejadian kaki kiri saya otomatis dipotong," tambah Beni. Begitu juga dengan kaki kanannnya ternyata kondisinya tak kunjung membaik. Betisnya terus membengkak lantaran tulangnya remuk membuat dia selalu kesakitan."Saya enggak kuat ternyata nahan rasa nyeri. Akhirnya kaki kanan saya juga ikut diamputasi sekitar satu minggu setelah kaki kiri," ucap Beni.Sejak saat itu Beni mesti merelakan kedua kakinya. Kini dia tidak lagi sibuk di lapangan walau hanya sekedar memantau atau mengatur lalu lintas di jalur mudik tersebut."Tugas saya sekarang bagian administrasi. Pimpinan dari Kapolda Jabar (Irjen Pol M Iriawan), Kapolres Bandung (AKBP Jamaludin) mensupport baik. Dia menekankan jangan mengeluh. Alhamdulillah saya kuat," tandas Beni.Beni terus membesarkan hati dia tetap harus menunaikan tugas, meski kini kedua kakinya hilang. "Saya prinsipnya enggak mau kalah sama orang normal. Dalam artian mereka yang memiliki kondisi fisik lengkap," imbuh Beni.Saban hari Beni kini berada di atas kursi roda. Dia memilih tinggal di asrama tempatnya berdinas. Sementara istri dan kedua anaknya tinggal di Cileunyi."Anak istri saya di Cileunyi. Saya sengaja tinggal di asrama karena kalau bolak-balik saya enggak kuat. Mungkin saya pulang seminggu sekali ke rumah, nengokin istri. Saya ikhlas dengan kondisi sekarang ini. Tuhan punya maksud lain. Yang pasti saya tidak mau patah semangat," tutup Beni.

Rekomendasi