Wakil Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dato' Hj Muhyidin Mohammad Yassin menemui Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Kedatangan Yassin untuk menindaklanjuti pembicaraan serta rencana kerja sama yang telah dibicarakan antara Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak dengan Presiden Joko Widodo pada 6 Februari 2015.Salah satu bidang kerja sama yang dibicarakan adalah sektor tenaga kerja, utamanya menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi Eropa (MEA). "Itu sudah disepakati waktu Pak Presiden dan PM bertemu. Itu antara perkara yang diputuskan supaya disegerakan. Ada one stop center untuk segala keperluan," ungkap Yassin, Rabu (8/4).Yassin mengakui bahwa Malaysia masih membutuhkan dukungan tenaga kerja Indonesia. Hal ini sudah terjalin di tingkat kementerian kedua negara."Dari sudut Malaysia kita memang telah lanjutkan jalinan antara kementerian yang berkenaan sudah ada perbincangan karena kami masih memerlukan sokongan daripada Indonesia dari segi tenaga kerja termasuk pembantu rumah dan sebagainya," papar Yassin.Yassin menambahkan, desakan kebutuhan tenaga kerja Indonesia di Malaysia sangat besar. Oleh sebab itu, menurutnya perlu dipangkas proses-proses yang menghambat."Jadi dari sudut itu, ya penting lah bagaimana nak disegerakan proses. Kalau perlu dikurangkan prosedur-prosedur yang mungkin melambatkan. Jadi terima kasih kepada Indonesia karena bantu kami. Kalau tidak ada tenaga itu mungkin proses pembangunan Malaysia akan terencak. Kata orang terbantu dengan jumlah yang bisa kita capai bersama," tutur Yassin.
Ketemu JK, Malaysia akui butuh TKI
Yassin menambahkan, desakan kebutuhan tenaga kerja Indonesia di Malaysia sangat besar.
Rekomendasi