Gara-gara penemuan mayat, Rektor ingin UI jadi kawasan tertutup

Anis menjelaskan kawasan Kampus UI sering disalahgunakan oleh masyarakat seperti membuang sampah hingga mayat.

Hery H Winarno
Oleh Hery H Winarno - Reporter
Gara-gara penemuan mayat, Rektor ingin UI jadi kawasan tertutup
Kampus UI Depok. ©2012 belladanhalabsurdgakpenting

Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis menginginkan agar Kampus UI menjadi kawasan tertutup bagi masyarakat umum. Hal setelah ditemukannya mayat pria mengambang di Danau Kenanga."Itu dari dulu kita ingin kawasan UI bukan kawasan yang terbuka," kata Muhammad Anis di Kampus UI Depok, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (28/3).Anis menjelaskan kawasan Kampus UI sering disalahgunakan oleh masyarakat yang melintas, seperti membuang sampah sembarangan hingga melakukan tindak pidana."Kalau jadi kampus terbuka banyak motor lewat buang sampah, buang mayat, waktu itu juga pernah buang narkoba, karena kampus terbuka," katanya.Wacana penutupan Kampus UI untuk umum, kata Anis, sudah pernah dilakukan sejak dulu dan menuai protes masyarakat yang berujung penolakan."Sebetulnya sudah sejak dulu, pernah kita lakukan tapi (masyarakat, red.) protesnya keras juga," ujarnya.Rektor yang diangkat pada 2014 tersebut, menginginkan Kampus UI khusus menjadi kawasan edukasi. "Kita ingin kesadaran masyarakat, kawasan UI benar-benar jadi kawasan edukasi, jangan juga dijadikan kawasan lalu lintas," kata rektor alumnus UI tersebut.Oleh karena itu, Anis merencanakan untuk melakukan pertemuan diskusi dengan Polri, TNI, serta tokoh masyarakat untuk membahas hal tersebut. Dia mengatakan UI tidak akan melakukan penutupan akses di sejumlah pintu masuk secara sepihak dan berjanji mencarikan jalan keluar."Makanya kita harus bekerja sama duduk bareng dengan Polri, TNI, dan tokoh masyarakat untuk menjaga keamanan.?Yang penting ada pemahaman bahwa Kampus UI jangan menjadi kampus terbuka," ujar Anis.Penemuan mayat laki-laki yang mengambang di Danau Kenanga UI tersebut pada Kamis (26/3). Mayat yang mengenakan sweater hitam dan menggendong ransel berisi batu tersebut sampai saat ini belum diketahui identitasnya. Polisi masih menyelidiki lebih mendalam terkait dengan kasus penemuan mayat tersebut.

Rekomendasi