Gedung Wisma Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) di Jalan Thamrin 53 Jakarta Pusat yang terbakar Senin (9/3), rencananya akan dirobohkan. Tetapi di lokasi sama bakal dibangun gedung baru setinggi 40 lantai."Gedung rencananya akan dirobohkan dan dibangun baru, bukan renovasi. Ini juga berdasarkan rekomendasi Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspinas)," kata pemilik gedung Wisma Kosgoro, Hayono Isman, kepada wartawan di sela Muspinas Kosgoro di Surabaya, Jawa Timur, seperti dilansir dari Antara, Rabu (25/3).Hayono mengatakan ada alasan mengapa tidak memindahkan lokasi gedung berdiri sejak 1974 di atas tanah pemberian Presiden Soekarno itu. Dia mengatakan ingin menumbuhkan semangat gotong royong, gengsi melihat gedung itu kalah bersaing dengan pencakar langit lainnya. Sebab dia ingin Wisma Kosgoro baru terlihat lebih megah."Tapi bukan mewah-mewahan. Kami hanya tidak ingin bernasib sama dengan Gedung Sarinah yang pernah terbakar dan hanya direnovasi, namun sekarang tertinggal dengan Grand Indonesia maupun Plaza Indonesia," ujar Hayono.Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu memperkirakan, anggaran dibutuhkan buat membangun kembali gedung itu mencapai Rp 1,2 triliun. Sebagai modal awal, lanjut Hayono, 34 Pimpinan Daerah Kolektif Kosgoro se-Indonesia sudah urunan dan terkumpul dana sebesar Rp 150 miliar.Hayono menyatakan dalam waktu dekat bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) buat menentukan bagaimana nasib gedung 20 lantai tersebut ke depan. Tidak itu saja, dalam RUPS turut dibahas usulan pergantian nama Wisma Kosgoro menjadi Grha Kosgoro atau Menara Kosgoro."Segera akan kami gelar RUPS. Tapi sekali lagi, hasil Muspinas mengamanatkan bahwa gedung akan dirobohkan dan dibangun baru," ucap Hayono.Sementara itu, Direktur Wisma Kosgoro Suryo Adi Prasetyo meminta maaf atas kebakaran terjadi sekitar 18 jam beberapa waktu lalu. Sampai saat ini, lanjut dia, polisi masih belum memastikan penyebab kebakaran dan memasang garis polisi supaya lokasi kejadian tidak dimasuki sembarang orang."Lantai 1-15 boleh masuk, namun sekadar ambil dokumen. Sedangkan, lantai 16-20 tidak boleh masuk selain dikawal petugas serta alasan tertentu," kata Adi.Adi mengklaim saat kejadian, Senin (9/3) sekitar pukul 18.00 WIB, alat pemadam ringan maupun lainnya milik gedung berfungsi normal sehingga bisa mencegah korban jiwa."Semua normal dan saat alarm berbunyi, petugas bisa mengendalikan keadaan, khususnya karyawan yang kebetulan juga waktunya jam pulang. Kami juga bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," ujar Adi.
Hayono Isman umbar janji permak Wisma Kosgoro lebih megah
Hayono mengatakan tak mau Wisma Kosgoro kalah pamor. Dua juga berencana mengubah nama gedung itu.
Rekomendasi