Belum cukup bukti penipuan, polisi pantau pergerakan Agus Santoso

Agus dan pengikutnya kini dikabarkan berpindah ke Surabaya setelah beberapa hari tinggal di Batu, Malang.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Belum cukup bukti penipuan, polisi pantau pergerakan Agus Santoso
Agus Santoso (kanan). ©2015 Merdeka.com

Polres Kota Batu terus melakukan penyelidikan tentang program umroh gratis yang dijanjikan oleh Agus Santoso. Ada indikasi penipuan dalam kegiatan mereka, namun hingga kini masih belum cukup bukti yang kuat untuk menjeratnya."Kita pantau terus. Ada indikasi penipuan, masih kita monitor. Karena hingga saat ini belum ada informasi yang jelas," kata Kapolres Kota Batu, AKBP Widiyanto Pratomo SIK, Jumat (20/3/2015)Selama di Batu, kegiatan Agus Santoso dan kawan-kawan di vila Salendra di Kawasan Songgoriti terus dipantau polisi. Selasa (17/3) lalu, bersama aparat Kodim, polisi juga telah mendatangi lokasi.Polisi kini melakukan koordinasi antar polres untuk memantau aktivitas para pengikut Agus. Karena keberadaan mereka terus berpindah-pindah antar lokasi. Dari kota Malang di Hotel Serayu, berpindah ke Kabupaten Malang (Hotel Antariksa) dan sekarang dikabarkan bergeser ke Surabaya."Kita terus koordinasi dengan Polres lain. Intinya akan terus kita pantau," terangnya.Namun, hingga kini polisi sendiri juga belum menerima laporan adanya korban yang tertipu. Karena para jemaah Agus selama ini masih sabar menunggu terus.Kamis (19/3) sejak pukul 11.00 WIB Agus Santoso dan jemaah diam-diam meninggalkan vila yang mereka sewa. Mereka berpindah ke suatu tempat di Surabaya dengan menaiki bus melalui terminal Arjosari. Namun beberapa pulang ke rumah masing-masing.Sementara itu berdasarkan keterangan Rahayu Ningsih, salah satu peserta umroh gratis, dia mengaku datang ke Malang bersama rombongan dari Makassar, Mesuji dan Jawa Tengah karena panggilan untuk tes kesehatan untuk persiapan berangkat umroh."Sementara waktu masih ditunda, karena papanya Pak Agus Santoso, dalam hal ini sebagai penyandang dana, masih belum datang," katanya.Rahayu juga mengaku selain program umroh gratis, beberapa orang, termasuk dirinya mengikuti program rekrutmen karyawan. Namun mereka selama ini masih harus bersabar."Kalau yang program umroh gratis itu biayanya Rp 150 Ribu, tapi yang calon karyawan tergantung level. Saya level 3 membayar Rp 2,2 juta," katanya.

Rekomendasi