Agus Santoso dan jemaah umrah gratis pindah tempat lagi

Agus dikabarkan pergi ke Jakarta menemui ayah angkat. Jamaahnya sebagian besar memilih pulang.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Agus Santoso dan jemaah umrah gratis pindah tempat lagi
Agus Santoso (kanan). ©2015 Merdeka.com

Aktivitas Jamaah Umroh Gratis pimpinan Agus Santoso mengundang kecurigaan banyak pihak. Terakhir, mereka meninggalkan villa tempatnya beraktivitas di Kawasan Songgoriti, Kota Batu.

Kali ini mereka kembali berpindah lokasi. Diperkirakan dia menuju ke suatu tempat di Surabaya. Tetapi sebagian pengikutnya malah pulang ke rumah masing-masing. Mereka bertolak dari villa sebagian menggunakan mobil pribadi, lainnya menggunakan kendaraan sewaan, sisanya diantar menggunakan angkutan umum. Sementara Agus Santosa dikabarkan menuju Jakarta untuk menemui ayah angkatnya, Haji Muhammad Eddy.

"Agus Santoso pulang ke rumah orang tuanya ke Jakarta. Mestinya masih semalam lagi. Dia beralasan beli makanan terus tidak kembali ke sini. Tapi ada perwakilannya," kata Kartono, pengelola Vila Kalendra, Kamis (19/3).

Kartono mengatakan, Agus menyewa hotel Kalendra selama dua hari dengan menempati sembilan unit vila sejak Selasa lalu. Menurut dia, Agus sudah melunasi pembayaran villa dua kamar dengan harga sewa satu unit Rp 700 Ribu, dan villa dengan 3 kamar dibandero Rp 800 ribu per unit.

Para tamu bermalam bersama Agus, menurut Kartono, ada yang berasal dari Lamongan, Kalimantan, Jombang dan Kediri. Mereka selama ini hanya santai-santai saja, tapi dia mengaku tidak curiga dan tak menanyakan secara rinci soal kegiatan mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Agus Santoso adalah pria menjanjikan pelunasan utang bagi para pengikutnya. Setelah utang mereka lunas, semua pengikutnya berjumlah sekitar 600 orang akan diajak umrah bersama gratis. Sementara yang beragama selain Islam bakal diajak ke tempat suci masing-masing, yakni Vatikan (Nasrani) atau India (Hindu atau Budha).

Dari pengakuannya, Agus mengatakan mendapatkan uang dari ayah angkatnya bernama Haji Muhammad Eddy. Menurut dia, Eddy adalah mualaf yang ingin beramal.

Agus dan pengikutnya sebelumnya menginap di Hotel Serayu, Jalan Serayu 3A Kota Malang, sejak November 2014 sampai awal Maret lalu. Mereka kemudian menginap di Hotel Grace (Antariksa) Jalan Perusahaan Nomor 53 Karanglo, Desa Tunjungtirto, Singosari, Kabupaten Malang dari 1 sampai 16 Maret 2015.

Rekomendasi