Heboh di Malang, pria ini janjikan lunasi utang dan umroh bersama

Agus mengajak tinggal para pengikutnya di hotel dan menjanjikan akan memberangkatkan mereka umroh.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Heboh di Malang, pria ini janjikan lunasi utang dan umroh bersama
Agus Santoso (kanan). ©2015 Merdeka.com

Sekitar 600 orang menjadi anggota keluarga besar (komunitas) dari Agus Santoso, seorang pria yang dipercaya memiliki warisan yang diklaim tidak terbatas jumlahnya. Kini, 200-an dari mereka, bersama-sama tinggal di sebuah hotel di Kota Batu, dengan biaya hidup ditanggung oleh pria berusia 32 tahun itu.Mereka yang bergabung dengan Agus dijanjikan umroh gratis dengan syarat hanya membayar biaya pendaftaran Rp 150.000. Mereka juga dijanjikan pelunasan utang-utang yang selama ini menjadi beban hidup. Anggota baru akan berangkat umroh bersama, setelah utang mereka sudah dilunasi nantinya."Jadi utang-utang dilunasi dulu baru berangkat umrah bersama. Kuncinya hanya mau bersabar, kita semua harus mau menunggu," kata Agus Santoso saat ditemui di hotel di Batu, Rabu (18/3).Uang pendaftaran tersebut dipersilakan diambil jika ingin melepaskan diri dari keanggotaan. Mereka juga diberi kebebasan untuk berhubungan dengan keluarga.Sementara itu, pengikut Agus rata-rata memiliki utang di atas Rp 100 juta, bahkan sampai Rp 5 miliar. Mereka keseluruhan bangkrut dari usaha barang-barang antik yang berbau klenik dan mistis, semacam keris, tombak, samurai, tokek raksasa, akik dan lain sebagainya.Oleh Agus, mereka dimotivasi untuk bangkit dari keterpurukan. Bagi yang muslim diajak memperbanyak zikir dan berdoa, salat, dan pasrah diri kepada Allah SWT. Sementara yang berkeyakinan lain diminta beribadah sesuai keyakinannya.Mereka wajib meninggalkan segala bentuk kepercayaan pada benda-benda berbau klenik yang sebelumnya telah membuat mereka rugi. Mereka diajak kembali pada jalan yang lurus dan ikhlas menerima kenyataan (takdir)."Program melaksanakan umroh agar menjadi benar di jalan Allah. Jangan lagi mencoba bermain barang-barang antik berbau klenik," katanya.Saat ditemui merdeka.com, Agus begitu santai dengan mengenakan kaos bergaris horisontal. Penampilannya sederhana, tidak menampakkan sebagai orang kaya yang berlimpah harta kekayaan. Kalimat-kalimat yang keluar berisi kepasrahan kepada Allah, bahkan tidak peduli dengan orang lain yang berbuat jahat sekalipun.Uang yang diterimanya selama ini berasal dari papa angkatnya bernama Haji Muhammad Eddy yang sekarang ini masih berada di China. Eddy, menurut Agus, seorang mualaf yang tinggal di kawasan Jakarta Selatan dan memiliki kekayaan berlimpah di Swiss.Bagi kebanyakan orang, sulit bisa menerima ajakan Agus, namun buktinya 200 orang lebih tinggal bersamanya. Kebutuhan hidup dari urusan tempat tinggal, makan, bahkan hingga kebutuhan pulsa dipenuhi."Mereka hanya diminta untuk hidup jujur, setiap ada masalah diselesaikan dengan baik. Saling menghormati satu-sama lain," katanya.Sebelumnya, Agus dan pengikutnya menginap di Hotel Serayu, Jalan Serayu 3A Kota Malang, dari November 2014 sampai 1 Maret 2015. Mereka kemudian pindah hotel karena diprotes oleh warga sekitar yang merasa resah.Mereka kemudian menginap di Hotel Grace (Antariksa) Jalan Perusahaan Nomor 53 Karanglo, Desa Tunjungtirto, Singosari, Kabupaten Malang dari 1 sampai 16 Maret 2015. Tetapi mereka pindah karena dikunjungi oleh wartawan.Sejak 17 Maret kemarin, mereka kembali pindah di sebuah Hotel di Kawasan Songgoriti, Kota Batu. Rencananya akan tinggal sampai Kamis (19/3).Agus sendiri mengaku sudah menutup pendaftaran peserta baru. Dirinya akan menyelesaikan 600 anggotanya yang sekarang ini.

Rekomendasi