5 Fakta teror bom di ITC Depok

Polisi masih memburu pelaku dan menyelidiki motif teror.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
5 Fakta teror bom di ITC Depok
Ledakan bom di ITC Depok. ©2015 Merdeka.com/rizki erzi andwika

Senin petang kemarin, hiruk pikuk di pusat perbelanjaan baju grosir ITC Depok mendadak berubah ketegangan. Sejumlah polisi dan tim gegana terlihat tergesa-gesa masuk ke area gedung dan naik ke lantai dua.Tak banyak yang sadar sebuah bom rakitan meledak di kamar mandi pria yang berada di lantai dua. Memang bunyinya tak menggelegar karena kemungkinan bom itu gagal meledak hingga yang terdengar cuma letupan.Setelah mengetahui apa yang terjadi, barulah pedagang dan pengunjung panik. Petugas membantu evakuasi mereka.Belum diketahui siapa dan apa maksud di pelaku teror mengincar ITC Depok. Polisi langsung menyelidiki dan memeriksa sejumlah saksi.Berikut fakta di balai teror bom di ITC Depok:

Ledakan berdaya rendah itu berasal dari kamar mandi pria. Lokasi ini berdekatan tempat bermain anak.Bom rakitan itu kemudian diletakkan di dalam kardus. Kardus itu diketahui berada di bawah wastafel.Menurut Kanit Laka lantas Polres Depok AKP Bud, bom yang meledak pukul 18.00 WIB dirakit dari sejumlah lempengan."Dari pengecekan TKP terlihat batu baterai, timer hancur, kabel terlepas, botol aki dan kaleng cat," katanya.Ditambahkan Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Agus Salim, kecilnya daya ledak bom itu tidak menimbulkan kerusakan dan kerugian jiwa.

Tim Gegana langsung melakukan penyisiran ke lokasi ledakan. Dari lokasi yang sama, ditemukan bom rakitan yang belum meledak.Ditemukan satu benda yang diduga bom rakitan yang belum meledak," ujar salah satu polisi yang berjaga.Benda yang diduga bom itu diletakan di dalam tong berwarna kuning. Benda tersebut kemudian diangkut dengan menggunakan mobil gegana."Dibawa ke Kelapa Dua (Mako Brimob)," katanya.

Tim Gegana menemukan sejumlah benda diduga bagian-bagian bom rakitan yang terdiri dari cairan, timer, detonator dan kabel. Diduga cairan tersebut adalah benda yang sangat berbahaya."Dugaan cairan berbahaya, saya masuk saja tidak boleh kalau enggak pakai lengan panjang. Diduga bisa berbahaya bagi kulit," kata Kapolsek Pancoran Mas Kompol Purwadi di lokasi kejadian, Selasa (24/2) dini hari.Purwadi mengatakan, ada dugaan bom tidak meledak sempurna. "Kita akan rapat malam ini bersama Kapolda," katanya.Selain itu, lanjut Purwadi, petugas kebersihan juga melihat pelaku yang sama terekam CCTV. "Saat ini Kapolda (Irjen Unggung Cahyono) sedang menuju Polres Depok untuk rapat," ujarnya.

Detri (23), penjaga toko mainan, sempat mengendus aroma menyengat dari kamar mandi pria. Namun ia tak menyangka aroma tersebut berasal dari ledakan yang diduga bom rakitan."Baunya seperti cairan pembersih gitu. Sampai sesak gitu nyiumnya," kata Detri saat ditemui.Detri mengatakan, walaupun lokasi tokonya hanya berjarak sekitar tiga meter dari kamar mandi tempat diletakkan, dia tak mendengar suara apapun saat benda itu meledak. Dia baru sadar bau menyengat yang dia cium berasal dari bahan kimia setelah melihat polisi masuk ke kamar mandi itu dan menyebut ada benda meledak."Waktu kejadian saya masih ada belum tutup. Tahu-tahu orang pada rame aja," tuturnya.

Polisi telah memeriksa CCTV di ITC Depok terkait letupan atau ledakan yang terjadi di toilet pria di lantai 2. Dari rekaman CCTV, pelaku ternyata terlihat dalam rekaman."CCTV terlihat menyorot pelaku," ujar Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Purwadi.Selain itu, lanjut Purwadi, petugas kebersihan juga melihat pelaku yang sama terekam CCTV. Sampai hari ini, enam orang saksi juga sudah diperiksa."Jumlah saksi yang sudah diperiksa ada 6 orang, yaitu 2 pengunjung, 2 cleaning service dan 2 satpam," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Martinus Sitompul.

Rekomendasi